Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

BBRSPDI Gelar Pelatihan Kader Pendamping Penyandang Disabilitas

Nasional
14 Mar 2019
 BBRSPDI Gelar Pelatihan Kader Pendamping Penyandang Disabilitas

hariansuara.com, Jakarta - Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabililitas Intelektual (BBRSPDI) "Kartini" Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pelatihan kader pendampingan disabilitas intelektual dalam program rehabilitasi sosial berbasis keluarga (PRSBK).

PRSBK adalah serangkaian aktivitas pengembangan kemampuan fisik, mental, sosial dan keterampilan bagi Penyandang Disabilitas Intelektual (PDI) dalam lingkungan keluarga yang dilakukan melalui peran aktif keluarga dan lingkungan sosialnya sebagai pengupaya, penilai dan pemelihara keberlanjutannya. 

Dalam pelaksanaan RSBK perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat yang ditetapkan sebagai kader. Untuk itu mereka memerlukan pembekalan keterampilan teknis dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang karakteristik PDI, permasalahan dan penanganannya. Titik berat pembekalan ini adalah mendorong kader mampu melaksanakan pendampingan berbasis pekerjaan sosial, mampu melakukan assessment, observasi, intervensi, dan mengkaitkan dengan sistem sumber dalam pemecahan permasalahan PM.

PRSBK dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 15 Maret 2019. Dibuka oleh Kepala BBRSPDI Kartini di Temanggung, Murhardjani, dalam sambutannya menyampaikan kader pendamping akan memberikan pendampingan terapi fisik dan kesehatan sehari-hari kepada keluarga dan penyandang disabilitas intelektual. Agar keluarga mau dan mampu untuk melakukan pendampingan sehari-hari dan PM memahami dan mampu untuk melakukaknnya. 

"Karena banyak keluarga yang mengabaikan PM karena memang tidak ada waktu dan kurang sabar dalam pendampingan, sehingga nantinya kader harus working with atau bekerjasama dengan keluarga,"tuturnya.

Ada 78 kader dari delapan kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah mengikuti pelatihan ini. Kader pendamping dari Jawa Timur berasal dari Kabupaten Ngawi dan Madiun sedangkan dari Jawa Tengah berasal dari Kabupaten Jepara, Kebumen, Banyumas, Wonogiri, Batang dan Tegal.

"Mereka nanti langsung terjun ke lapangan, dari rumah ke rumah untuk memberikan pendampingan bagaimana penanganan orang tua yang benar terhadap anak penyandang disabilitas. Kader-kader yang ikut ini rumahnya dekat dengan penyandang disabilitas jadi lebih mudah,” ujar Murhardjani.

Harapannya adalah kader pendamping akan mendampingi dengan kerelaan hati dan passion yang menggerakkan kita semua untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi penyandang disabilitas intelektual.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X