Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Kekeringan Melanda Beberapa Wilayah di Tiga Provinsi Indonesia

Nasional
24 Jun 2019
Kekeringan Melanda Beberapa Wilayah di Tiga Provinsi Indonesia

hariansuara.com, Jakarta - Laporan Pusdalops BNPB per hari Minggu (23/6/2019), pukul 08.00 WIB menyebutkan beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kekeringan.

Pendistribusian air pun dilakukan oleh BPBD setempat untuk penanganan kekeringan di beberapa wilayah di tiga provinsi tersebut. 

Rita Rosita S, Kepala Bidang Humas BNPB, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, menyebutkan fenomena tersebut mengakibatkan 100.230 warga terpapar dampak kekeringan, dengan rincian di Wilayah DIY berjumlah 85.000 jiwa (24.166 KK), Jawa Tengah 14.253 (3.984 KK), dan Jawa Timur 977 (287 KK). Kejadian bencana di DIY ini terjadi di 57 desa di wilayah Kabupaten Gunung Kidul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Kidul telah melakukan pendistribusian air ke wilayah Girisubo, Rongkop, Tepus, dan Paliyan dengan total sekitar 900 ribu liter air.   

Kekeringan juga melanda dua kecamatan, Kewungetan dan Patimuan, di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. BPBD kabupaten telah mendistribusikan air bersih sebanyak 24 tanki dengan kapasitas 5.000 liter Desa Ujung Manik, Desa Sidammukti, Dusun Gendiwung Cagak dan Dusun Langenkepuh. 

Sementara itu, kekeringan di Jawa Timur terpantau di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Kekeringan yang dilaporkan pada Senin lalu (17/6) telah diantisipasi oleh BPB Kabupaten Magetan dengan pendistribusian air bersih. 

Berdasarkan analisis dari Pusat Analisis Situasi Siaga Bencana (Pastigana) BNPB, prakiraan awal musim kemarau pada 2019 umumnya akan terjadi pada Mei, Juni dan Juli dengan persentasi sekitar 83%. Puncak musim kemarau tahun ini diprakirakan terjadi pada Agustus 2019, dengan presentasi 53%. Berdasarkan perkembangan per 10 Juni 2019, Pastigana mencatat pantauan hari tanpa hujan dengan kategori sangat panjang (30 – 60 hari) pada beberapa provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Sedangkan kategori ekstrim (lebih dari 60 hari), Pastigana mencatat wilayah yaitu, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur.  

Wilayah yang teridentifikasi berpotensi mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari antara lain Kemulan (Jawa Timur), Sambirenteng (Bali), Wairang, Fatukety, Sulamu, dan Oepoi (Nusa Tenggara Timur).(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X