Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

YLKI Menilai Kondisi Park And Ride MRT Jakarta Semrawut

Nasional
12 Jul 2019
YLKI Menilai Kondisi Park And Ride MRT Jakarta Semrawut

hariansuara.com, Jakarta - Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menilai pihak manajemen Moda Raya Terpadu (MRT) masih perlu membenahi area park and ride dan fasilitas pendukung di Stasiun MRT.

Hal ini berdasarkan pengalamannya menjajal area Park and Ride Stasiun MRT Lebak Bulus. Kata Tulus, Park and Ride Lebak Bulus masih dikelola seadanya, tak ada unsur kenyamanan dan rasa aman bagi konsumen, walau konsumen membayar Rp 5.000 per sekali masuk.

"Jarak antara lokasi  park and ride dengan stasiun MRT terlalu jauh, lebih dari 1.5 km. Untuk ukuran orang Jakarta yang masih tergolong malas jalan kaki, jarak yang jauh akan mengakibatkan malas pula menggunakan MRT," tuturnya.

Selain itu, tambah Tulus, dari lokasi park and ride harus menyeberangi jalan utama yang menikung, dari arah Pondok Indah dan Jl. TB. Simatupang. Untuk menyeberang sama sekali tidak disediakan dengan JPO, zebra cross/sejenisnya atau petugas yang membantu menyeberangkan pejalan kaki. Ini jelas sangat membahayakan masyarakat yang akan menggunakan MRT, dan atau Trans Jakarta. 

Jarak Park and Ride yang jauh itu juga tidak dilengkapi dengan canopy, untuk melindungi calon konsumen dari panas terik matahari, polusi udara, dan risiko hujan deras. 

Managemen MRT juga tampak kedodoran dalam penjualan ticketing saat peak season. Saat itu dirinya dan konsumen lain harus antri satu jam untuk mendapatkan tiket. Kondisi  sebelum ruang tunggu stasiun cenderung semrawut, kumuh dan kotor. Tampak dengan jelas managemen MRT masih panik saat terjadi lonjakan penumpang. Dan ironisnya tidak ada petugas yang mengarahkan. Penumpang pun tampak bingung saat akan refund untuk tiket single trip.

"YLKI meminta Pemprov DKI Jakarta dan atau managemen MRT Jakarta segera memperbaiki area  park and ride dan fasilitas pendukungnya. Demi kenyamanan dan safety penumpang dan atau calon penumpang. Janganlah MRT yang merupakan infrastruktur modern dan canggih itu dikelola dengan mentalitas tradisional dan konvensional," pungkas Tulus. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X