Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Milad ke-100, TK ABA Muhammadiyah Gelar Seminar Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak

Nasional
23 Aug 2019
Milad ke-100, TK ABA Muhammadiyah Gelar Seminar Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak

hariansuara.com, Jakarta - Dalam rangka Milad ke-100, TK Aisyiyah Busthanul Athfal (TK ABA) Muhammadiyah menggelar Seminar Internasional bertajuk “Elevating Quality of Childhood Educations and Care” di Kampus FKIP UHAMKA, Jakarta Timur, Rabu, (21/8/2019).

Seminar International bertujuan untuk mengangkat dan mengemukakan keilmuan terkini dan terbaik bagi PAUD. Hadir dalam seminar tersebut Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Dalam seminar internasional ini dibahas tentang upaya TK ‘Aisyiyah dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan pendidikan anak usia dini dilihat dari berbagai perspektif.

"Seminar internasional ini bertujuan untuk Sarana mengkomunikasikan dan memfasilitasi pertukaran keilmuan antara pendidik dan penggiat pendidikan anak usia dini ‘Aisyiyah dan narasumber yang berkompetensi terkait pendidikan anak usia dini," papar Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Masyitoh Chusnan.

Mengembangkan peran pendidik ABA,  membangun intelektual dan menjaga peran ABA, mengupayakan TK ABA mencetak lulusan yang berkualitas dan berkarakter sebagai bagian generasi terpilih penerus bangsa.

Tema yang dibahas dalam seminar internasional ini adalah “Elevating Quality of Early Childhood Education and Care”. Tema tersebut dipilih sebagai kontribusi 100 Tahun Milad TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal dalam rangka Berkhidmat Untuk Negeri untuk meningkatkan kualitas kepedulian dan pendidikan anak usia dini. 

Dalam sambutan seminar tersebut, Mendikbud menyatakan bahwa tantangan ibu-ibu pendidik di TK Aisyiyah akan semakin kompleks karena anak usia dini banyak yang sudah mengenal teknologi.

“Tantangan ke depan akan semakin kompleks karena anak-anak sekarang sudah mulai kenal virtual reality dan teknologi digital. Ini sudah menjadi tantangan ke depan untuk Aisyiyah dalam menyiapkan generasi yang baik,” kata Mendikbud.

Maka dari itu, menurut Mendikbud, Aisyiyah harus mendidik anak usia dini sesuai dengan kondisi jaman sekarang.

“Artinya bahwa 100 tahun yang lalu, anak-anak yang dididik oleh ibu-ibu Aisyiyah itu tidak sama dengan anak-anak yang sekarang disiapkan oleh ibu-ibu Aisyiyah, Jamannya sudah berbeda. Penting lagi mereka ini akan lahir, akan hidup pada jamannya, bukan jaman dari kita yang mendidik dia. Mereka punya dunia sendiri, jangan bayangkan seperti dunia kita. Ini yang harus kita tekankan menurut saya,” tegas Mendikbud.

Di tempat yang sama, Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Masyitoh Chusnan menjelaskan bahwa Kemendikbud telah mengakui peran Aisyiyah yang kini memiliki 20.000 lembaga PAUD, baik formal maupun non formal.

“Nah disitu tentu bervariasi, ada PAUD yang sudah bagus, ada yang pemula. Yang sudah bagus kita jadikan percontohan dan itu menjadi rujukan secara nasional,” papar Masyitoh.

Sub tema yang diangkat dalam international seminar adalah, Education : Literacy Islamic Education, Teaching, Media, Information and Communication Technology, Teaching and Learning Method, Psychology : Child Development and Teacher Characters,  Management : Beyond Center and Circle Time, Teaching Quality,Early Childhood International Management, dan Medical : Food and Nutrition in Early Childhood Education, Gender Quality, Child Protection, Community Involvement lalu Applied Science: Environmental Education. 

Dari international seminar ini diharapkan akan menghasilkan dasar perjuangan bagi penggiat pendidikan anak usia dini di ‘Aisyiyah dalam menghadapi abad kedua, serta dapat menyuarakan keberadaan ‘Aisyiyah dalam pendidikan anak usia ini di Indonesia.

Masyitoh kembali menjelaskan, Apa tantangan TK Aisyiyah Bustanul Athfa di era digital?  Dikatakannya, Era digital harus dihadapi sebagai sebuah paket lengkap. Perkembangan jaman yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi membawa banyak manfaat dan juga madharat. Oleh karena itu TK ‘Aisyiyah harus mampu menjadi organisasi pembelajar yang mampu mengikuti kemajuan jaman, kreatif dalam berinovasi dan mampu memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. 

Sejarah telah merekam jejak ‘Aisyiyah dalam membangun PAUD di Indonesia dengan mendirikan Froebel pada tahun 1919 sebagai cikal bakal berdirinya TK ‘Aisyiah Bustanul Athfal. Nyai Walidah isteri dari KH. Ahmad Dahlan mendirikan Froebel Kindergarten ‘Aisyiyah sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini di Indonesia yang kondisinya saat itu memprihatinkan.

‘Aisyiyah bersungguh-sungguh dalam melayani bangsa Indonesia. Sampai dengan tahun 2019, amal usaha di bidang pendidikan anak usia dini ‘Aisyiyah ‘telah mencapai lebih dari 20.000 Iembaga yang tersebar di berbagai wilayah. 

Lembaga tersebut tersebut terdiri dari Taman Kanak-kanak ‘Aisyiah Bustanul Athfal, Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (T PA), Satuan PAUD Sejenis (SPS), Taman Pendidikan Quran (T PQ), dan Taman Bina Anak ‘Aisyiyah (TBAA). Lembaga-lembaga tersebut tidak hanya tersebar di Indonesia, tapi juga di Mesir dan Singapura.

"Komitmen ‘Aisyiyah dalam menyelenggarakan PAUD yang memiliki dasar fllosofls dan nilai Islami, berorientasi pada pembentukan insan kamil. Pendidikan anak usia dini merupakan dasar pembentukan karakter akhlak mulia," pungkas Masyitoh.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X