Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

BKP: Harga Beras Diprediksi Stabil Sampai Akhir Tahun 2019

Nasional
09 Oct 2019
BKP: Harga Beras Diprediksi Stabil Sampai Akhir Tahun 2019

hariansuara.com, Jakata -  Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi yang juga sebagai Sekretaris Dewan Ketahanan  Pangan mengatakan kalau harga beras nasional dalam kondisi aman dan terkendali.

“Mencermati kondisi perberasan nasional saat ini, Pemerintah optimis harga dan pasokan beras sampai akhir tahun 2019 bahkan sampai awal tahun 2020 dapat terjaga stabil dan aman. Hal ini didukung data-data harga maupun stok dan pasokan, baik yang ada di Pemerintah, dalam hal ini Perum BULOG, maupun yang ada di swasta seperti PIBC yang menunjukkan sampai akhir September 2019 tetap stabil dan aman,” ungkap Agung.

Selain itu, memasuki triwulan terakhir tahun 2019, kondisi harga beras nasional tercatat tetap stabil. Data BPS menunjukkan harga beras rata-rata bulanan periode Januari-September 2019 mengalami penurunan sekitar 0,16 persen per bulan, dari Rp 11.656/kg pada bulan Januari menjadi Rp 11.509/kg pada bulan September. Kondisi harga  beras Januari-September 2019 dibandingkan tahun 2018 pada periode yang sama juga menunjukkan harga lebih stabil yang ditunjukkan dengan angka koefisien variasi (cv) yang lebih rendah, yaitu sebesar 1,12 persen, sedangkan tahun 2018 sebesar 2,63 persen. Stabilnya harga beras berpengaruh pada kondisi harga komoditas pangan strategis lainnya, sehingga berdampak pada tingkat inflasi. Rilis BPS pada awal Oktober 2019 menyebutkan andil bahan makanan pada bulan September justru deflasi sebesar 0,27 persen+

Sejalan dengan kondisi harga beras yang stabil, kondisi stok beras baik yang dimiliki oleh Pemerintah, maupun swasta juga menunjukkan kondisi yang aman. Data Perum BULOG per akhir September 2019 tercatat bahwa stok beras mencapai 2,35 juta ton. Kondisi tersebut sangat aman mengingat standar cadangan beras Pemerintah berkisar 1-1,5 juta ton. Hal ini masih didukung dengan kegiatan penyerapan gabah dan/ atau beras yang masih dan terus berlangsung sampai akhir tahun, sehingga stok beras pemerintah akan tetap terjaga aman.

Hal yang sama pantauan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta sebagai barometer perdagangan beras nasional juga menunjukkan kondisi yang aman dan stabil. Per akhir September 2019, stok beras di PIBC mencapai 49.378 ton atau 64,59 persen diatas stok normal akhir bulan sebesar 30.000 ton. Kondisi stok tersebut juga jauh lebih tinggi sekitar 10,08 persen dibanding stok tahun 2018 pada periode yang sama, yaitu sebesar 44.855 ton.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X