Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pemerintah Siapkan 5 Strategi Penanganan Sampah Laut

Nasional
13 Dec 2019
Pemerintah Siapkan 5 Strategi Penanganan Sampah Laut

hariansuara.com, Jakarta -  Pemerintah menetapkan lima strategi penanganan sampah laut. Lima strategi yang bakal diterapkan dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanganan Sampah Laut tersebut adalah gerakan nasional peningkatan kesadaran para pemangku kepentingan; pengelolaan sampah yang bersumber dari darat; penanggulangan sampah di pesisir dan laut; mekanisme pendanaan, penguatan kelembagaan, pengawasan dan penegakan hukum; serta penelitian dan pengembangan.

Menteri LHK, Siti Nurbaya mengungkapkan adanya estimasi data global pada tahun 2015 yang menyebutkan Indonesia menempati peringkat kedua sebagai penghasil sampah plastik di dunia. Hal itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Penanganan Sampah Sampah Laut yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

"Namun, estimasi itu menggunakan data secara global, bukan nasional. Hasil yang didapatkan tidak cukup untuk menggambarkan kondisi sesungguhnya serta hanya fokus pada sampah laut tanpa membahas sumber masalahnya. Karena itu kita butuh mengestimasi secara komprehensif dengan mengunnakan data nasional.

Berdasarkan kombinasi metodologi estimasi sampah laut antara NPAP (kebocoran sampah plastik ke badan air), bank Dunia (aliran limbah plastik yang tidak dikelola dan masuk ke badan air dengan proses hidrologi dan resolusi lebih tinggi) serta LIPI (sampah plastik di pantai dengan modeling arus laut), didapatkan angka 0,65 juta ton (NPAP), 0,68-0,86 juta ton (Bank Dunia) dan 0,27-0,59 juta ton (LIPI). "Dari data itu didapatkan interval baseline kebocoran sampah laut nasional adalah 0,49 -0,86 juta ton per tahun," kata Menteri Siti. 

Dalam aksi  yang dilakukan untuk strategi pertama adalah gerakan nasional peduli sampah di laut melalui pendidikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, mahasiswa dan pendidik. Aksi pada strategi kedua meliputi pengendalian sampah pada Daerah Aliran Sungai (DAS), pengendalian sampah plastik dari sektor industri hulu dan hilir. Pada aksi ini, KLHK sudah membentuk PermenLHK tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen yang saat ini sedang dalam tahap pengundangan.

Untuk aksi strategi ketiga meliputi pengelolaan sampah plastik yang berasal dari aktivitas transportasi laut, kegiatan di kawasan wisata bahari, kelautan dan perikanan serta pesisir dan pulau-pulau kecil. Beberapa aksi yang sudah dan sedang dilakukan KLHK antara lain penyusunan draf peraturan pengelolaan sampah mulai dari Reception Facility sampai dengan pengangkutan, support sarana dan prasarana di Labuan Bajo, Karimunjawa, dan Larantuka.

Selanjutnya, aksi untuk strategi keempat meliputi diversifikasi skema pendanaan di luar APBN/APBD, memperkuat kelembagaan dan meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelaksanaan penegakan hukum.

Sedangkan aksi strategi kelima adalah memacu inovasi pengelolaan dan mengatasi pencemaran sampah di laut melalui riset dan pengembangan. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X