
hariansuara.com, Jakarta -Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir bandang selama tujuh hari terhitung sejak Minggu (29/12) hingga Sabtu (4/1) melalui SK Nomor : 362/829/BPBD/2019 yang ditandatangani Bupati Labura, Khairuddin Syah Sitorus.
Data yang berhasil dihimpun hingga hari ini Senin (30/12) tercatat sedikitnya 99 unit rumah terdampak, 8 rumah hanyut dan 18 rumah rusak dan masih dalam pendataan.
Kemudian jalan besar di Desa Pematang terputus sepanjang 70 meter, jalan besar Padang Nabidang terputus sepanjang 150 meter. Beronjong Siolip Dusun Padang Nabidang longsor sepanjang 200 meter, Beronjong penahan Dusun Siria-ria A dan B longsor sepanjang 300 meter, Beronjong penahan tanah Aek Lupatan longsor dan Beronjong Irigasi Desa Pematang hanyut.
Selain itu Jembatan Aek Mardua dan Jembatan Lakuttapus terputus. Sebanyak dua tiang listrik Dusun Siria-ria roboh dan sebanyak 15 Titik jalan menuju Tempat Pemakaman Umum Tuan Guru longsor.
Adapun korban jiwa sebagaimana yang sebelumnya diberitakan ialah satu keluarga terdiri dari 5 anggota yang dinyatakan hilang diduga terseret banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (28/12) malam. Adapun data dari korban satu keluarga tersebut meliputi; Ahmad Albar Sipahutar (L/31), Cahaya Nasution (P/30), Reni Yana Sipahutar (P/7), Irul Sipahutar (L/5) dan Reja Sipahutar (L/1.5)
Hingga sejauh ini tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan dan masyarakat masih berupaya melakukan pencarian dan pertolongan kepada para korban tersebut.
Selain itu, tim gabungan bersama Dinas Sosial dan Tagana telah mendirikan dapur umum bagi warga dan pengungsi serta menyalurkan bantuan berupa logistik dengan pendampingan dari tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hingga saat ini kebutuhan mendesak yang masih dibutuhkan para penyintas adalah logistik dan kebutuhan dasar, jembatan darurat (belly), alat-alat pemotong kayu, cangkul dan sekop.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU