Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

ITB Kembangkan Minyak Sawit menjadi Bahan Bakar Nabati

Nasional
11 Jan 2020
ITB Kembangkan Minyak Sawit menjadi Bahan Bakar Nabati

hariansuara.com, Jakarta - Industri-Katalis Pendidikan yang berada di Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis (TRKK) Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menghasilkan produk-produk inovasi di bidang katalis.

Penelitian pengembangan katalis ini sebenarnya sudah dirintis sejak 35 tahun lalu oleh Prof. Subagjo dan para peneliti di Teknik Kimia bersama sejumlah mahasiswa program studi Teknik Kimia S1, S2, dan S3 di ITB. Keberadaan laboratorium tersebut menjadi bukti bahwa produk penelitian Indonesia mampu menjawab tantangan kemandirian bangsa.

Penelitian dan pengembangan formula, karakterisasi dan uji kinerja katalis dalam skala Lab. dilakukan di TRKK ITB, sedangkan pengujian skala pilot dan juga skala industri dilakukan di Industri. Untuk itu Prof Subagjo Guru Besar Teknik Industri ITB menegaskan bahwa kerjasama dengan industri sangat penting.

“Kerjasama dengan industri sangat diperlukan terutama untuk pengujian skala pilot dan juga skala industri. PT. Pupuk Iskandar Muda dan Pertamina (Persero) adalah mitra-mitra industri pertama yang memberi kesempatan pengujian hasil pengembangan laboratorium di reaktor skala industri,” ujarnya.

Lab TRKK bekerjasama dengan Research Technology Center (RTC) Pertamina  telah menghasilkan berbagai katalis hydrotreating. Sejak 2011 hingga saat ini tidak kurang dari 140 ton katalis hydrotreating telah diproduksi dan digunakan di 8 reaktor di 5 kilang Pertamina.

Lebih lanjut ia mengatakan kebutuhan katalis di Indonesia saat ini cukup besar, diperkirakan mencapai 500 juta USD dan hampir seluruhnya diimpor dari luar negeri. Hanya sebagian kecil saja yang dapat diproduksi di Indonesia dengan membawa lisensi dari luar negeri. Menurut Prof. Subagjo, pemerintah harus berani mengambil keputusan dalam produksi katalis nasional, karena katalis memegang peran kunci dalam pengembangan dan penyelenggaran industri kimia.

Pada kurun waktu 5 tahun terakhir ini Laboratorium TRKK-ITB bersama RTC Pertamina sedang mengembangkan katalis untuk konversi minyak sawit menjadi BBN (Bahan Bakar Nabati), diesel nabati, avtur nabati, dan bensin nabati.

Dengan proses dan katalis tersebut, dijelaskan Prof. Subagjo, Indonesia akan dapat mengurangi impor minyak mentah (crude oil) maupun bahan bakar minyak (BBM). Katalis generasi pertama sudah dikembangkan sejak 2010, sedangkan generasi kedua mulai dikembangkan pada 2015. Katalis generasi kedua ini, dinamakan PIDO130-1,3T, telah diuji menggunakan reaktor pilot di RTC Pertamina selama lebih dari 10 bulan.

“Pertamina juga telah memberi kesempatan untuk pengujian di Kilang Dumai Pertamina pada bulan Maret yang akan datang,” ujar Prof. Subagjo.

Dengan katalis tersebut, sawit yang begitu melimpah di Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal.  Namun kendala produksi massal BBN ini yang sering dihadapi ialah dari aspek keekonomian. Menurutnya, aspek keenomian dari industri BBN harus menjadi nomor dua di tengah pertimbangan impor BBM yang sudah sangat besar.

Menurut Prof. Subagjo, Industri-Katalis Pendidikan tidak hanya mampu memproduksi katalis semata, namun juga teknologi proses yang suatu saat dapat mengantarkan bangsa indonesia mandiri dalam teknologi proses.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X