
hariansuara.com, Jakarta - Banjir di Jakarta merupakan masalah yang pelik. Hampir setiap tahun banjir tidak pernah absen hadir di ibu kota Indonesia ini.
Untuk membantu masyarakat, MAPID perusahaan startup dari Bandung telah mengumpulkan data peta banjir yang bisa diakses gratis oleh seluruh masyarakat. Data peta banjir terpadu ini didapatkan dari berbagai sumber data pemerintahan dan laporan masyarakat sehingga data yang dihasilkan cukup lengkap.
Data yang ditampilkan oleh dasbor MAPID adalah data informasi seputar banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Informasi yang ditampilkan mencakup area genangan banjir yang dilengkapi dengan ketinggiannya. Tak hanya itu, masyarakat juga dapat mengetahui titik yang dijadikan lokasi pengungsian terdekat dari tempat tinggal mereka. Sebagai informasi pendukung, MAPID juga menampilkan informasi mengenai aliran sungai yang melintasi kota Jakarta beserta dengan status pintu airnya. Tampilan data disajikan dengan tampilan tiga dimensi yang mudah dipahami oleh masyarakat
Tidak hanya melihat data banjir dalam website, masyarakat juga bisa memberikan informasi banjir melalui aplikasi NOWMAPID. Aplikasi ini akan menampilkan laporan dari masyarakat dan akan ditampilkan di dalam peta, agar masyarakat bisa mengetahui lokasi tepat banjir yang sedang terjadi. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di gawai Android maupun iOs.
“Kami mengumpulkan data banjir dan membuat aplikasi NOWMAPID untuk layanan masyarakat yang interaktif agar masyarakat lebih mudah dalam melihat data banjir dan melaporkannya kepada sesama masyarakat. Jadi kalau mau pergi bisa menghindari daerah tersebut. Untuk jangka panjang, data tersebut bisa untuk gambaran masyarakat dalam keputusan misalnya membeli rumah, buka usaha, bisa lihat MAPID dulu, biar bisa lihat apakah daerah tempat berbisnis atau daerah rumah yang mau dibeli ini mempunyai potensi banjir atau tidak”, tutur CEO MAPID, Bagus Imam Darmawan
Hanya dengan mengakses tautan www.geo.mapid.io/banjirjakarta dan mengunduh aplikasi NOWMAPID, masyarakat bisa melihat dan melaporkan data banjir dari hari ke harinya. Sehingga, diharapkan masyarakat kedepannya bisa mengantisipasi kerugian dengan sadar akan potensi banjir di wilayahnya masing-masing.
Kedepannya MAPID berharap bisa menjadi sebuah layanan dasbor pemetaan dan IOT terpadu yang bisa dipakai banyak orang di Indonesia. Sehingga, masyarakat bisa melakukan analisis apapun dengan data yang tersedia di MAPID dengan baik. Mari kita dukung hasil karya anak bangsa.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU