Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Repdem PDI Perjuangan: Warga ISIS eks WNI Bukan Tanggung Jawab NKRI

Nasional
11 Feb 2020
Repdem PDI Perjuangan: Warga ISIS eks WNI Bukan Tanggung Jawab NKRI

hariansuara.com, Jakarta - Ketua bidang Ideologi dan Pendidikan DPN Repdem PDI Perjuangan, Leni Rodiah, mengatakan sudah menjadi sebuah kewajaran jika menjadi warga negara berarti memikul tanggung jawab untuk membela negara dengan segenap jiwa dan raga.  Dalam teks proklamasi yang dibacakan oleh  Sukarno-Hatta di Jakarta pada Tanggal 17 Agustus 1945 secara tegas menyatakan bahwa kita adalah bangsa Indonesia, bangsa majemuk yang satu meski terdiri dari berbagai keberagaman suku, agama dan budaya.

"Namun  mereka yang telah melecehkan NKRI dengan berbagai aksi yang dilakukan secara sadar seperti pembakaran identitas diri, menyatakan diri bukan lagi warga negara NKRI serta memaki-maki NKRI di muka umum adalah bukan lagi bagian dari republik ini. Bahkan bukan hanya dilakukan secara personal, mereka jutga aktif memengaruhi dan mengajak masyarakat untuk memusuhi NKRI dan bergabung bersama ISIS. Dengan demikian mereka sudah mutlak masuk dalam kategori pengklhianat bangsa," tuturnya. 

Bagi, Leni Rodiah, ini bukan lagi bicara tentang kemanusiaan atau kesempatan untuk ber-ishlah dan kembali menjadi WNI. Namun tentang komitmen dan loyalitas terhadap negara dan konsistensi menjalankan janji kepada para leluhur serta bukti dari pada keberimanan pada Tuhan YME dengan dasar konsep "Hubbul wathan minal iman" atau membela tanah air adalah bagian dari pada iman.

Dalam Undang- undang Dasar Tahun 1945 pasal 27 ayat (3) sudah sangat jelas disebutkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan njegara.” Ditegaskan kembali dalam pasal 30 ayat (1) yang mengamanatkan bahwa, “Tiap- tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Namun kenyataannya alih-alih  membela negara, mereka justru lebih memilih bergabung bersama ISIS.

"Kehilangan hak sebagai warga negara adalah  konsekuensi penuh atas pilihan mereka untuk menjadi bagian dari ISIS. Maka dengan demikian, memulangkan mereka tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah NKRI. Jangankan bertanggungjawab, sekadar memikirkan bagaimana mereka selanjutnya saja sudah bukan menjadi beban negara yang penuh dengan keindahan alam dan kedamaian senyum penduduknya ini,"pungkasnya.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X