Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Legislator Ini Berharap Omnibus Law Perhatikan UMKM

Nasional
12 Feb 2020
Legislator Ini Berharap Omnibus Law Perhatikan UMKM

hariansuara.com, Jakarta - Nilai-nilai luhur Pancasila baru bermakna jika diimplementasikan dalam kehidupan riil, termasuk dalam bisnis.

"Berbisnis dengan nilai Pancasila berarti berbisnis dengan jujur, menguntungkan, memberi manfaat bagi banyak orang dan menyejahterakan masyarakat. Pada akhirnya dapat mengokohkan ketahanan ekonomi Indonesia," ujar Netty Prasetiyani, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula kantor DPD PKS Kabupaten Cirebon, Senin (10/02).

Menurut Netty, peran pengusaha dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sangat penting. Oleh karena itu, lanjut Netty, kita membutuhkan para pengusaha yang cerdas membaca zaman, kreatif melakukan terobosan, dan berintegritas.

"Kita juga inginkan para pengusaha yang peduli pada para pekerjanya. Bukankah Rasulullah memerintahkan untuk membayar upah pekerja sebelum kering keringatnya?" tanya Netty.

"Itulah sebabnya mengapa saya menganggap penting menyosialisasikan nilai-nilai empat pilar yang selaras dengan nilai-nilai Islam di kalangan pengusaha di Kabupaten Cirebon dengan 1,2 juta penduduk usia produktif," kata dia.

Ditanya soal perkembangan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang sedang ramai dibincangkan, Netty berharap agar pemerintah dan DPR RI menjadikan kepedulian dan keadilan pada pekerja menjadi ruh yang harus mendasari RUU tersebut.

"Jangan hanya memanjakan pengusaha konglomerasi dengan alasan menggenjot investasi. Harus ada upaya memberi kemudahan pada pelaku UMKM atau start up lainnya. Berikan pendampingan, berikan bantuan modal, berikan peningkatan skill agar mereka bisa scale up kehidupannya," katanya.

Pemerintah, lanjut Netty, melalui RUU Omnibus Law ini, harus berorientasi pembentukan, penguatan dan pengokohan UMKM.

"Syarat negara maju kan jumlah pengusahanya setidaknya 14 persen dari total populasi. Indonesia masih di angka 3 sekian persen. Kita masih kalah dari Singapura dan Malaysia. Saya berharap Cirebon menjadi salah satu kontributor wirausahawan Indonesia. Cirebon masih memiliki 31.000 UMKM," tambah Netty. Dengan banyaknya wirausahawan dan UMKM baru diharapkan dapat mengubah kondisi masyarakat Cirebon dan terangkat derajat kesejahteraannya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X