
hariansuara.com, Jakarta - Hari Minggu lalu, Bara Satu Bangsa disambut dan diarak menuju Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara. Berbeda dengan pelaksanaan lepas sambut Bara Satu Nusantara sebelumnya, kali ini acara lepas sambut dilakukan dengan menggelar pesta rakyat yang berpusat di Lapangan Merdeka, Medan. Bara Satu Bangsa ini sebelumnya dilepas pertama kali di Sabang, Aceh pada tanggal 2 Februari 2020.
Selain Bara Satu Bangsa, terdapat dua obor lainnya yaitu Bara Satu Nusa (dilepas di Manokwari, 03/03/2020) dan Bara Satu Bahasa (dilepas di Balikpapan, 24/02/2020). Ketiga Bara ini merupakan sebuah gerakan simbolik yang diprakarsai oleh gerakan Satu Nusantara dan bertujuan untuk membarakan kembali semangat persatuan dan kesatuan, khususnya di antara generasi muda Indonesia.
Acara pelepasan Bara Satu Bangsa kali ini merupakan salah satu acara terbesar dan paling unik dalam rangkaian lepas sambut Bara Satu Nusantara. Di Medan, acara ini terbuka untuk umum dan melibatkan peserta dengan total mencapai 1000 orang.
Tidak hanya siswa-siswi SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum, namun acara ini juga turut diramaikan oleh hadirnya komunitas keturunan India. Hal ini semakin menunjukkan indahnya berpesta merayakan persatuan dalam perbedaan.
Kegiatan ini diawali dengan perarakan Bara Satu Bangsa ke beberapa titik, yaitu Masjid Al Mahsun, Istana Maimun, Tjong A Fie, dan diakhiri di Lapangan Merdeka. Selama prosesi perarakan Bara, masyarakat pun dapat menyaksikan video kegiatan yang ditayangkan secara langsung di Lapangan Merdeka.
Seusai kegiatan perarakan, acara dilanjutkan dengan senam bersama, lomba kostum, kuis, dan lomba-lomba lainnya. Ada pula panggung hiburan yang dihadiri oleh bintang tamu seperti Mamak Gardam, Vionita The Voice, dan motivator Irwan W. Berutu. Tidak hanya itu, pada akhir acara, terdapat kuis mengenai persatuan dan kesatuan bangsa dan lomba joget, di mana peserta yang berhasil menjawab kuis tersebut mendapatkan doorprize berupa motor ataupun sepeda.
Pesta rakyat ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan beberapa pihak dari berbagai elemen masyarakat, seperti: IKAMA (Ikatan Alumni SMA Matauli), Polda Sumatera Utara, dan TNI. Di tengah-tengah pesta rakyat ini, tidak lupa disampaikan pula pesan ajakan untuk memperkuat kembali persatuan dan kesatuan bangsa oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Johny E. Isir dan Dandim 0201/BS Kolonel Inf. Roy J. Hansen Sinaga.
Dia menjelaskan bahwa berbagai masalah yang terjadi di Indonesia hendaknya diselesaikan melalui kolaborasi – gotong royong dari berbagai elemen masyarakat. Kunci utama dalam menyelesaikan masalah ini adalah persatuan dan kesatuan. “Para pendahulu kita sudah mempunyai konsep yang luar biasa untuk bias merangkul perbedaan ini dan mengubah apa yang menjadi kendala agar menjadi kekuatan untuk maju, yaitu Pancasila.
Pancasila yang merupakan buah piker dari founding fathers kita merupakan jawaban untuk mengatasi perbedaan-perbedaan menjadi persatuan dan kesatuan,” ujar Kombes Johny Isir.
Gerakan Satu Nusantara sendiri diinisiasi oleh Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara bersama dengan beberapa Ikatan Alumni SMA lainnya di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 75 dan HUT SMA Taruna Nusantara ke 30. Lewat kampanye #BedaSatukanKita di instagram, Gerakan ini berusaha memposisikan diri sebagai sebuah wadah yang inklusif yang dapat mengajak seluruh generasi muda dari berbagai macam latar belakang yang beragam untuk membangkitkan dan memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan pada Generasi Muda Indonesia.
“Gerakan Satu Nusantara diinisiasi sebagai sebuah gerakan yang mengajak generasi muda Indonesia secara luas untuk menggelorakan semangat kebangsaan dan persatuan. Hal ini penting, untuk menghadapi berbagai macam tantangan potensi disintegrasi di antara anak bangsa yang penuh keberagaman,” ujar A. Renard Widarto, Ketua Umum Gerakan Satu Nusantara. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU