Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Habiburokhman: Pengusaha Jamu Jangan Fitnah Aksi Kemanusiaan Satgas Lawan Covid-19 DPR

Nasional
29 Apr 2020
Habiburokhman: Pengusaha Jamu Jangan Fitnah Aksi Kemanusiaan Satgas Lawan Covid-19 DPR

hariansuara.com, Jakarta - Pengusaha Jamu mempersoalkan pembagian jamu oleh Satgas Lawan Covid-19 DPR kepada sejumlah Rumah Sakit.

Pimpinan Satgas Lawan Covid-19 DPR, Habiburokhman, pun merespon pengusaha  jamu supaya tidak main fitnah aksi kemanusiaan anggota DPR seolah pihaknya mempromosikan obat herbal China.

"Kami bukan korporasi pencari keuntungan seperti mereka. Kami hanya menolong orang sakit dengan membagikan obat  herbal Herbavid19 secara gratis dengan jumlah yang terbatas. Biaya produksi obat herbal  tersebut dari kantong pribadi dan kami tidak mengizinkan obat herbal tersebut diperjualbelikan, terang Habiburokhman, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2020).

Habiburokhman menambahkan perlu juga dijelaskan bahwa tidak benar jika obat herbal disebut impor dari China. Herbavid19 adalah obat  herbal yang dibuat di Indonesia dan diproduksi oleh orang Indonesia. 

Bahan ada 11 jenis, yang 8 jenis ada di Indonesia dan 3 impor dari China, karena memang tidak ada di Indonesia. Tiga (3) bahan obat tersebut harus digunakan, karena mengacu kepada publikasi jurnal ilmiah internasional untuk obati Covid-19, meramu obat herbal itu kan harus ada dasar ilmiahnya.

Juga tidak benar jika bahan baku dalam Herbavid19 ada yang dilarang oleh Pemerintah Indonesia. 

"Jika ada silahkan sebut bahan obat apa yang dilarang. Saat ini sedang berproses izin edar di Badan POM. Namun sdh konsultasi dan tidak ada bahan baku yang dilarang. Di tengah pandemi begini, kami berharap jangan ada pengusaha jamu yang hanya berpikir cari keuntungan tapi kita kedepankan nilai-nilai kemanusiaan," pungkasnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X