Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Sinergi dan Saling Mendukung Diperlukan Dalam Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Nasional
19 May 2020
Sinergi dan Saling Mendukung Diperlukan Dalam Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

hariansuara.com, Jakarta - Penanganan dan penanggulangan Covid-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, harus dilakukan serempak. Satu sinergi. Satu langkah. Sehingga, saling dukung. Karena bagaimanapun, Jakarta yang jadi epicentrum penyebaran Covid-19, tidak bisa dilepaskan dari kota satelit di sekitarnya seperti Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor.

Demikian diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam pertemuannya dengan Bupati Bogor Ade Yasin dan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, di komplek  kantor Bupati Bogor, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). 

Mendagri mengatakan, bahwa ia sengaja berkunjung ke Bogor Raya ini, karena melihat posisi penting dari Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, dua daerah  yang berdekatan dengam epicentrum utama penyebaran Covid-19 yakni DKI Jakarta. Kata Tito, Jakarta telah jadi epicentrum penyebaran Covid-19, dimana angka pasien yang positif terjangkit virus tertinggi di Indonesia.

" emarin hampir minggu lalu 50 persen sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), itu data yang di Jakarta, tapi kemudian setelah PSBB  turun menjadi 39 persen dari angka nasional. Nah kalau kita bicara tentang Jakarta saya sampaikan dengan Gubernur DKI Jakarta tidak akan bisa melakukan langkah-langkah penanganan Covid-19 ini hanya berkutat di Jakarta. Kenapa? Karena Jakarta itu sudah menjadi megapolitan dengan kota-kota satelit sekitarnya, tidak ada batas alam, yang ada adalah batas administrasi pemerintahan saja," tutur Menteri Tito.

Tentunya, hubungan Jakarta dengan kota satelit di sekitarnya, lanjut Mendagri, berbeda dengan Bali yang jelas batas alamnya. Atau dengan Bangka Belitung,  NTT, Maluku dan Kepulauan Riau. Bicara Jakarta, tidak bisa  lepas dari kota satelit sekitarnya, seperti Bekasi  Raya, karena perbatasan antara Jakarta dengan Kabupaten Bekasi itu sudah tidak ada batas alamnya lagi.  Bekasi Raya juga seperti kab Bekasi mirip seperti Bogor, dimana di  tengah-tengahnya ada Kota Bekasi.

" Jadi kalau kita bicara tentang Kabupaten Bekasi tidak bisa meninggalkan kota Bekasi, demikian juga di baratnya itu ada Tangerang Raya. Antara Ciputat dengan sebelahnya Tangerang Selatan tidak ada batas alam yang ada batas administrasi pemerintahan saja. Tangerang Selatan, terus Kabupaten Tangerang berbatasan dengan Jakarta Barat, tidak ada batas alam juga. Sama di selatan antara Depok dengan Jakarta tidak ada batas alam. Sebelah sini masuk KTP Jakarta, tetangga sebelah rumahnya masuk KTP Depok, kira-kira begitu," kata Mendagri.

Dan kalau berbicara Kota Depok, kata Mendagri, pasti tidak bisa dipisahkan dengan dinamika yang terjadi di Jakarta. Tentu, tak bisa juga saat bicara Depok dan Jakarta, melupakan wilayah Bogor. Karena Depok dengan Kabupaten Bogor ini pintu tikusnya banyak sekali, disamping mobilitas yang sangat tinggi antara Depok dengan Kabupaten Bogor.

"Maka kalau kita bicara Kabupaten Bogor tidak bisa melepaskan Kota Bogor, karena Kota Bogor dikelilingi oleh Kabupaten Bogor. Nah oleh karena itulah saya datang selain ke DKI Jakarta, juga ke Bekasi, Tangerang Raya, Banten, ke Depok, minggu lagi ke Bekasi Raya, karena Bekasi Raya juga tidak bisa meninggal Karawang karena hampir menjadi satu dengan Kabupaten Bekasi. Kemudian Depok dan Kabupaten Bogor. Minggu ini saya pikir lebih tepat berkunjung ke Bogor dalam rangka untuk menyamakan langkah," katanya.

Tito melanjutkan, Kota Jakarta seperti diketahui adalah wilayah yang berperan sangta penting dalam konteks nasional.  Selain karena pusat politik, Jakarta juga adalah pusat ekonomi yang terhubung dan terkait dengan kota satelit. Dalam konteks Covid-19,  Jakarta telah jadi epicentrum penyebaran Covid-19. " Jadi memang harus ada penanganan  serempak antara Jakarta, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Depok, dan Bogor Raya," ujarnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X