Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Hacker Klaim Retas 2,3 Juta Data Pemilih, KPU: Aman, Tidak Bocor

Nasional
23 May 2020
Hacker Klaim Retas 2,3 Juta Data Pemilih, KPU: Aman, Tidak Bocor

hariansuara.com, Jakarta - Kabar 2,3 juta data pemilih WNI dari KPU yang diretas hacker bikin publik geger. Namun, komisioner KPU, Viryan Azis tak membantah adanya pencurian lebih dua juta data yang disampaikan akun @underthebreach.

Viryan mengatakan isu pencurian data yang dimaksud daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014. Data tersebut mencakup nama lengkap, nomor kartu keluarga (NKK), nomor induk kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, alamat rumah.

Namun, ia menegaskan data tersebut aman. Ia bilang KPU dalam hal ini menyerahkan kepada pihak eksternal merujuk ketentuan Undang-undang tahun 2012.

Viryan menjelaskan dalam Pasal 38 ayat 5 disebutkan KPU kabupaten/kota wajib memberikan salinan DPT kepada partai dan perwakilan partai politik peserta pemilu di tingkat kecamatan dalam bentuk salinan soft copy dalam bentuk cakram forrmat yang tak bisa diubah.

"Data itu soft file DPT Pemilu 2014. Jadi, data DPT di KPU aman, tidak bocor, tidak kena hack," kata Viryan kepada wartawan, Sabtu, 23 Mei 2020.

Dia tak menampik memang bentuk soft file data KPU berformat PDF. KPU juga masih melakukan pengusutan terkait perkara ini. KPU juga sudah menggandeng badan siber Polri. 

"Kami sudah lakukan cek ricek, yang pasti kami telusuri," tuturnya. 

Terkait, ancaman hacker yang siap membocorkan 200 juta data WNI, ia menjawab diplomatis. Ia menekankan semua masih diusut. Namun, ia menegaskan DPT di Pileg dan Pilpres 2014 tak sampai 200 juta.

"Kan cuma 190 juta. Semua masih kita dalami. Tim kita sudah bergerak," tuturnya.

Sebelumnya, akun @underthebreach membocorkan dugaan 2,3 juta data pemilih warga negara Indonesia yang diretas. Info dari akun @underthebreach itu disebut lebih 2 juta data itu diretas dan dijual ke pasar gelap.

Akun @underthebreach dikenal sebagai konsultan kenamaaan siber dari Israel. Akun ini juga pernah heboh terkait mengungkap bocornya data pengguna e-commerce Tokopedia pada awal Mei 2020.

Dalam cuitan terkait bocornya data KPU, akun tersebut mengunggah foto tangkapan layar dalam suatu forum peretas. Dari peretasannya itu ada data ID yang mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Aktor (peretas) membocorkan informasi 2.300.000 warga Indonesia. Data termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya," tulis akun @underthebreach dikutip Jumat, 22 Mei 2020.

Peretas menyebut data yang diretas mungkin bisa bermanfaat bagi yang ingin meregistrasikan nomor telepon menggunakan ID yang dijual. Peretas mengaku data yang diperoleh dalam format PDF dan dapat dari Komisi Pemilihan Umum.(*) ras/mel

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X