
hariansuara.com, Jakarta - Dua petugas medis bagian tim Gugus Tugas Covid-19 di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Satu petugas dilaporkan meninggal dunia.
Relawan Covid-19 yang juga seorang tenaga medis, Dokter Tirta pun merespons teror tersebut. Ia menyampaikan keprihatinan terhadap rekan sejawat yang berjuang di Papua.
Dia menyampaikan kekhawatirannya terhadap dirinya akan ancaman pembunuhan. Pemicunya mungkin bisa karena ia mendukung gerakan pemerintah.
"Apakah suatu saat saya bisa dibunuh orang karena gerakan saya yg mendukung campaign pemerintah?" tulis Tirta di akun Instagramnya, @dr.Tirta, yang dikutip pada Senin, 25 Mei 2020.
Tirta pun mengatakan suatu saat juga dirinya bisa diapa-pain karena berusaha membantu orang Begitupun, ia bisa terancam terbunuh jika ada haters yang nekat dan jahat mengancamnya.
"Apakah suatu saat haters nekat, dan akan berani membunuh saya? Hujatan dan ancaman ke saya dari haters, terus datang. Tapi tenang, saya ttp berdiri," demikian kata Tirta.
Dia menegaskan saat ini hanya pasrah terhadap Allah. Baginya, yang terpenting bisa berbuat baik dengan membantu orang yang kesulitan.
"Saya pasrah. Hidup mati ada di tangan Allah. Yg penting saya berbuat baik, entah apapun anggapan kalian," ujarnya.
Pun, ia menyampaikan harapan agar aparat di Papua bisa segera menangkap komplotan KKB Papua yang menembaki petugas Covid-19.
"Semoga pihak berwajib bisa menangkap pelaku kejahatan keji ini. Tetap berdiri, membantu pak @jokowi , tetap teguh berdiri membantu Indonesia," katanya.
Sebelumnya, Kapolres Intan Jaya AKBP Yuli Karre Pongbala mejelaskan dua identitas petugas yang ditembak bernama Almalek Bagau dan Eunico Somou. Petugas yang meninggal disebut Eunico.
“Satu dari petugas medis bernama Eunico Somou, dikabarkan telah meninggal dunia,” kata Yuli Karre kepada wartawan, Jumat, 22 Mei 2020.
Yuli Karre menjelaskan dari delapan distrik di Intan Jaya, tiga distrik di antaranya yang baru ditempati aparat keamanan TNI dan Polisi. Kemudian, lima distrik lainnya yakni Tomasiga, Agisiga, Ugimba, Wandai dan Iyandoga belum ada pos keamanan dan personel keamanan.(*) zai/zai
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU