
hariansuara.com, Jakarta - Angka kasus positif Corona (Covid-19) di Tanah Air yang masih memperlihatkan kenaikan menjadi sorotan. Pemerintah bersama masyarakat diminta siap mengantisipasi ancaman krisis pangan yang melanda dunia termasuk Indonesia.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengingatkan potensi krisis pangan karena Corona tak bisa disepelekan. Menurut dia, masyarakat harus bisa mengantisipasi setidaknya dengan mengoptimalkan lahan untuk bercocok tanam.
Kata dia, sebagai negara agraris, mestinya Indonesia bisa menghadapi persoalan ini. Dengan belajar bercocok tanam, masyarakat sudah mulai berani mencoba untuk menyiapkan alternatif pangan.
"Memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam yang cepat panen seperti, umbi-umbian, tomat, cabai, agar masyarakat tidak kesulitan pangan," jelas Yandri, Rabu, 27 Mei 2020.
Yandri menambahkan potensi ancaman pangan sudah disampaikan Presiden Joko Widodo. Maka itu, pemerintah bersama rakyat harus bisa bersinergi dalam mengantisipasinya.
"Pemerintah harus terus dengungkan ajakan bercocok tanam. Ini penting agar dipahami masyarakat," tutur Ketua Komisi VIII DPR itu.
Pun, ia menyampaikan pula di tengah pandemi, kebijakan pemerintah harus melek terhadap kebutuhan masyarakat. Maka itu, buatlah kebijakan yang pro terhadap rakyat.
Salah satu yang ia singgung agar pemerintah Jokowi membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Kebijakan ini dinilai hanya menambah beban rakyat kecil di tengah pandemi Corona.
Bagi Yandri, terpenting bagi pemerintah saat ini sebaiknya bisa menekan angka penularan Corona. Kurangi kebijakan yang kontroversi dan menjadi polemik di masyarakat. (*) zai/umi
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU