Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

MUI: Umat Islam di Kawasan Terkendali Wajib Salat Jumat

Nasional
28 May 2020
MUI: Umat Islam di Kawasan Terkendali Wajib Salat Jumat

hariansuara.com, Jakarta - Umat Islam yang berdomisili di daerah yang sudah terkendali atau zona hijau Corona (Covid-19) dinilai memiliki kewajiban menjalankan salat Jumat. Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh menyampaikan demikian karena ada informasi angka penyebaran di sejumlah daerah sudah menurun.

"Dengan kondisi ini, berarti sudah tidak ada lagi udzur syar'i yang menggugurkan kewajiban Jumat,"  kata Niam dalam keterangannya, Kamis 28 Mei 2020.

Dia menjelaskan, salat Jumat di kondisi ini juga sudah dikomunikasikan dengan ahli yang kompeten. Namun, untuk wilayah yang belum terkendali  penyebaran Corona diimbau untuk tak salat Jumat.

"Umat Islam yang berada di kawasan yang sudah terkendali wajib melaksanakan solat Jumat," ujarnya.

Dia juga menambahkan, ada kawasan yang sama sekali tidak ada penularan dan terkendali sejak awal. Terdapat 110 kabupaten dan kota, terdiri dari 87 wilayah daratan dan 23 wilayah kepulauan yang belum ada kasus positif Covid-19.

Niam menekankan hal tersebut sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 terkait kondisi penyebaran Covid-19 terkendali maka umat Islam wajib menyelenggarakan salat Jumat. Pun, dengan menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak, seperti jemaah salat lima waktu/rawatib dan sebagainya.

"Serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim dengan tetap menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19," sebutnya.

Dia menilai pemerintah wajib menjamin pelaksanaannya. Untuk pelaksanannya, dia menegaskan agar umat Islam tetap menjaga kesehatan, berperilaku hidup bersih dan sehat. Lalu, membawa sajadah sendiri, dan melaksanakan protokol kesehatan agar tetap dapat mewujudkan kesehatan dan mencegah penularan.

Niam menyampaikan ada beberapa kondisi yang bisa diadaptasi. Setidaknya menurut akademisi UIN Jakarta ini ada tiga kondisi dalam adaptasi terhadap situasi baru ini.

"Melakukan dengan new normal secara permanen seperti PHBS, zakat berbasis daring, sedekah. Ada yang masih dalam kondisi kesementaraan, seperti jaga jarak saat ibadah. Ada yang balik ke lama seperti tata cara pelaksanaan kewajiban ibadah mahdlah," kata Niam.(*) zai/zai

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X