Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Mantap, Ini Baju APD Bikinan Indonesia yang Diakui WHO

Nasional
31 May 2020
Mantap, Ini Baju APD Bikinan Indonesia yang Diakui WHO

hariansuara.com, Jakarta - Di tengah ujian pandemi Corona Covid-19, Indonesia mendapat kabar baik dari anak bangsa di dunia medis. Kabar itu terkait pengakuan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang meloloskan karya baju alat pelindung diri atau APD dalam negeri.

Dikutip dari keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), baju APD bikinan Inddonesia lolos ISO 16604 Class 3. Baju APD ini usulan dari PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

"Baju APD dengan standar tinggi atau ISO 16604 Class 3  merupakan spesifikasi yang wajib dikenakan tenaga medis sehingga keamanan dan keselamatan terjamin," tulis akun Twitter resmi BNPB, @bnpb_Indonesia yang dikutip pada Minggu, 31 Mei 2020. 

Dengan lolosnya baju APD ini maka sudah ditetapkan oleh WHO. Baju APD ini punya keunggulan, salah satunya ketahanan terhadap masuknya bakteri atau virus yang berukuran sangat kecil.

"Baju APD bersertifikasi ISO 16604 Class 3 memiliki ketahanan terhadap masuknya bakteri atau virus dengan ukuran yang sangat kecil. ISO 16604 Kategori kelas 3 berkualitas lebih tinggi dibandingkan tingkat kelas 2 atau ISO 16604 Class 2," tambah keterangan BNPB di akun Twitter resminya. 

Sebelumnya, Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Nasional Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyampaikan apresiasi atas baju APD Indonesia yang lolos standar WHO. Tak mudah untuk lolos dari penilaian WHO. Apalagi ini untuk kepentingan melawan pandemi Corona.

"Saya ikut senang mendengar kabar dari KJRI Indonesia di New York bahwa 27 Mei 2020 waktu New York, hasil uji lab APD Coverall dan sampel bahan baju PT Sritex untuk sertifikasi ISO 16604 Class 3 di Intertek HQ, Cortland, New York, dinyatakan pass atau lolos uji lab,” ujar Doni, Jumat 29 Mei 2020.

Pun, baju APD sempat dikeluhkan kalangan tenaga medis karena jumlah yang terbatas. Sementara, jumlah pasien Corona terus bertambah.

Suara keluhan sering disampaikan tenaga medis seperti dokter dan perawat yang bekerja di rumah sakit swasta karena minim APD. Hal ini berimbas terhadap gerakan sumbangan bantuan masker dan APD hazmat (hazardous materials) yang dilakukan berbagai elemen masyarakat.(*) lia/lia

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X