Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Fase New Normal, Jangan Lupa Prioritaskan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Nasional
31 May 2020
Fase New Normal, Jangan Lupa Prioritaskan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

hariansuara.com, Jakarta - Pemerintah aktif menggaungkan fase tata kehidupan baru atau new normal untuk pedoman warga menghadapi pandemi Corona (Covid-19). Namun, pemerintah disarankan perhatikan protokol kesehatan di pasar tradisional.

Anggota Komisi VI DPR, Andre Rosiade menyampaikan demikian karena penting pengaturan protokol kesehatan di pasar tradisional. Selain ada kerumunan massa, pasar tradisional sebagai tempat yang berpotensi menyebarkan Corona.

Dia mengingatkan fase new normal mesti diperkuat dengan aturan-aturan yang mendukung. Maka itu, pemerintah terutama Kementerian Perdagangan jangan hanya fokus mengatur pedoman aktivitas bagi perkantoran dan dunia industri saja.

Menurutnya, penting fase new normal jangan sampai justru jadi gelombang kedua penularan Covid-19.

"Sebagai mitra kerja Kemendag, saya ingin mengingatkan agar Kemendag menerapkan prosedur kesehatan secara ketat di pasar tradisional. New normal sebentar lagi kita hadapi dan jalankan. Saya ingin Kemendag memastikan agar gelombang kedua penularan covid-19 tidak terjadi," kata Andre dikutip hariansuara dari keterangan tertulisnya, Minggu, 31 Mei 2020.

Dia menekankan protokol kesehatan di pasar tradisional harus diberlakukan secara ketat. Sebab, jumlah kerumunan massa tak bisa dipastikan. Ia mencontohkan kejadian di berbagai daerah lantaran banyak pedagang mesti menjalani rapid test dengan hasil reaktif.

Bagi Andre, jika prosedur kesehatan secara ketat sudah diberlakukan di pasar maka akan membantu pencegahan kluster baru penularan Covid-19.

Salah satu yang disinggung politikus Gerindra itu adanya penambahan kasus penularan baru Covid-19 dari kluster Pasar Raya Padang, Sumatera Barat. Berdasarkan pantauan tim di lapangan, Andre mengatakan, hingga saat ini ada 148 kasus positif Covid-19 dari kluster Pasar Raya Padang.

"Ini contoh nyata di dapil saya. Ada cluster Pasar Raya Padang. Pada mulanya ada puluhan pedagang dan pengunjung didapati positif covid-19. Hingga hari ini jumlahnya terus meningkat, sudah mencapai 100 lebih pasien positif," jelasnya.

Pun, ia berharap agar ada koordinasi matang antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota dalam penerapan new normal. Menurutnya, kolaborasi antara kementerian dan pemerintah daerah akan memudahkan implementasi kebijakan di lapangan.

"Republik Indonesia ini kalau membuat aturan selalu cepat, selalu mantap. Persoalannya adalah implementasinya," tuturnya. (*) mel/umi 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X