Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Warga Bogor Sikapi Fase New Normal dengan Tetap Bersiaga

Nasional
31 May 2020
Warga Bogor Sikapi Fase New Normal dengan Tetap Bersiaga

hariansuara.com, Bogor – Di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Bogor, kurva kasus pandemi Corona (Covid-19) menunjukkan penurunan setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) I-III, serta penerapan protokol kesehatan. Dari analisa pakar epidemiologi atas temuan di lapangan tersebut, Kota Bogor termasuk bisa melangkah ke fase New Normal atau tata kenormalan baru. 

Dalam artian, seperti dipaparkan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita, masyarakat dalam situasi New Normal dapat kembali menjalankan aktivitas kesehariannya, tetapi ditambah dengan penerapan protokol kesehatan agar tidak tertular Covid-19. Lebih rinci, penjelasan fase new normal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Di sini, semua pihak wajib mendisiplinkan diri menjaga kesehatan agar tidak tertular danatau menulari virus Corona kepada orang lain. Protokol kesehatan tetap dilakukan, dari selalu mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan sampai memperkuat kekebalan (imunitas) tubuh.

Kendati dinilai telah dapat mengendalikan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, pemerintah Kota Bogor tetap bersikap ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan. Seperti disampaikan dalam keterangan tertulisnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, PSBB diperpanjang hingga 4 Juni 2020, yang disebutnya sebagai PSBB Transisi. Selama rentang waktu itu akan dilihat perkembangan situasi di lapangan. Bila hasil evaluasi epidemiologis positif, maka dapat dipertimbangkan untuk masuk ke fase new normal. Bagaimana komentar warga Bogor sendiri?

OPTIMISTIS, NAMUN TETAP SIAGA

Tentu sebuah keputusan yang sangat besar taruhannya dengan diterapkannya fase new normal. Pasalnya, secara umum di dunia, angka kasus Covid-19 masih tinggi. Vaksin pun belumlah ditemukan. Bahkan secara global dinyatakan oleh para pakar, bahwa dunia tidak akan pernah kembali ke kondisi semula.

Namun, dari suara warga yang masuk ke hariansuara, masyarakat Kota Bogor umumnya merasa optimistis. Mereka yakin pemerintah daerah pasti akan mengambil keputusan dengan didasarkan pada pertimbangan yang matang. Yang dimaksud, menilai segala sesuatunya secara lengkap, termasuk berbagai konsekuensi sampai dampak terburuk yang mungkin timbul dari pemberlakuan fase new normal itu. 

Trifty & Arina, Warga Bogor

Trifty Qurrota Aini, freelance TV presenter, salah satu warga Kota Bogor yang berpendapat senada. “Menurut saya, tidak apa-apa ya memulai new normal. Hanya tentunya dengan syarat, masyarakat Bogor sendiri harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. 

Pun, Arina, guru Bahasa Indonesia untuk orang asing, yang sebelum terjadi pandemi Covid-19 aktif bolak-balik Bogor-Jakarta untuk mengajar. Kini aktivitas mengajar vakum, dan diisinya dengan melanjutkan hobinya merajut masker pesanan.

“Saya setuju pemberlakuan new normal ini, karena saya percaya Pemerintah Daerah Bogor pasti sudah memikirkan langkah ini dengan baik, termasuk menyiapkan cara penanggulangan dampaknya,” ujarnya.

Sama seperti Trifty, Arina disiplin melindungi diri dengan mengindahkan protokol kesehatan. “Terutama ketika giliran saya menemani Ibu di rumah beliau. Protokol kesehatan itu wajib, karena usia Ibu kami sudah menjelang 80 tahun. Beliau juga ada riwayat penyakit diabetes, kolesterol dan darah tinggi,” lanjutnya.

Untuk itu Arina menjaga ibunya sangat ketat. Ditambah masih trauma dengan wafatnya ayahandanya Prof. Ir. Surjono Surjokusumo, MSF, PhD di usia 83 tahun. Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (Fahutan IPB) itu wafat karena PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis). 

“Ayah mengalami kekurangan oksigen akibat pembengkakan jantung, sehingga kandungan CO2 dalam tubuhnya mencapai 70%. Covid-19 ini boleh jadi lebih parah dampaknya dari PPOK Ayah ya. Karena itu kami takut sekali, dan betul-betul menjaga ketat Ibu kami,” tandas Arina. 

Kota Bogor dapat lanjut ke fase New Normal dengan mulus apabila seluruh warganya sadar dan menerapkan protokol kesehatan sebagai sikap dan perilaku keseharian. Informasi penting untuk Anda: Hotline Virus Corona 119 ext 9. Ingin bertanya lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes di nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X