
hariansuara.com, Jakarta - Kabar duka datang dari TNI AD. Satu unit helikopter milik TNI AD jatuh di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah pada Sabtu, 6 Juni 2020 sekitar pukul 14.30 WIB.
Salah seorang saksi mata, Udin menyampaikan sebelum jatuh, heli nahas itu sempat berputar-putar. Lalu, heli itu jatuh keras menghantam ke bawah dan terdengar bunyi ledakan keras.
"Heli itu dilihat kok puter-puter kayak kenapa ini? Ngelihatnya ngeri juga. Enggak tahunya jatuh itu ke bawah, duarr, banyak api itu meledak," ujar Udin kepada hariansuara, Minggu, 7 Juni 2020.
Dia mengatakan dari informasi yang diketahuinya masih ada beberapa awak penumpang yang selamat. Tapi, kemungkinan mengalami luka serius jika melihat kronologi kecelakaan.
"Kan itu yang bawa ke rumah sakit warga mas. Itu ada yang selamat jadinya ditolongin sama kita," tuturnya.
Simak Juga Ya: Jokowi Ungkap 3 Provinsi Ini Punya Penularan Corona Masih Tinggi
Sementara, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jendral Nefra Firdaus, menjelaskan kecelakaan dialami helikopter jenis MI-17 dengan nomor registrasi HA 5141. Heli itu mengangkut 9 penumpang.
Dia menyampaian empat di antaranya meninggal dunia dan lima lain-nya luka-luka.
"Korban luka-luka saat ini sudah evakuasi ke Rumah Sakit terdekat," ujar Nefra melalui keterangan resmi yang dikutip Minggu, 7 Juni 2020.
Pun, ia menambahkan bila heli itu sedang melakukan latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD (Penerbad) Semarang. Untuk kondisi heli disebut dalam kondisi layak sebelum terbang.
Terkait identitas korban meninggal dunia dilaporkan antara lain Kapten Cpn Fredi, Kapten Cpn Y Hendro, Kapten Cpn Kadek, Lettu Cpn Wisnu.(*) lia/lia
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU