Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Gus Baiqun: Bupati Jember yang Baru Nanti Jangan Ulangi Kesalahan Fatal yang Serupa

Nasional
24 Jun 2020
Gus Baiqun: Bupati Jember yang Baru Nanti Jangan Ulangi Kesalahan Fatal yang Serupa

hariansuara.com, Jakarta – KH Baiquni Purnomo, kerap disapa Gus Baiqun, hadiri Forum Konsultasi dan Mediasi Senin (21/6/2020) di Komplek Parlemen Senayan yang difasilitiasi oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Pimpinan Majlis Sholawat dan Maulid Al Ghofilin ini mewakili para kiai dan pemangku pondok pesantren di Jember yang gundah melihat situasi dan kondisi Jember kian hari semakin karut marut. 

Pada pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti tersebut, Gus Baiqun datang bersama Ketua dan Pimpinan DPRD serta sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Jember. Ia menyerahkan 200-300 tanda tangan para kiai selaku pemangku pondok pesantren, dilengkapi dengan pernyataan sikap masing-masing terhadap situasi dan kondisi politik di Jember saat ini. Intinya, menyatakan mosi tidak percaya kepada Bupati dan mendorong DPRD untuk bersikap tegas. 

“Yang menjadi kegelisahan dan kegundahan para kiai di Jember adalah melihat fenomena gaya kepemimpinan Bupati Jember, Bu Faida dalam hal ini, sangat mirip dengan pola pemikiran yang dikembangkan oleh HTI (Hizbut Tahrir Indonesia—Red). Saya tidak berkata beliau orang HTI, tapi pemikiran beliau seakan-akan arahnya seperti seorang HTI. Ia mengesampingkan lembaga yang sejajar dengan bupati, dalam hal ini DPRD sebagai  lembaga legislatif yang berfungsi melakukan check and balance atas kiprah Eksekutif,” ujar Gus Baiqun kepada hariansuara.

Pada periode keanggotaan DPRD yang lama, hemat para kiai Jember, ketidakmesraan Bupati dengan DPRD karena ada sesuatu yang memang terkait dengan masalah hukum. “Tetapi setelah pemilihan anggota badan legislatif (pileg) kemarin di mana 70% anggota Dewan di DPRD saat ini adalah orang-orang baru, ternyata sikon politik di Jember lebih runyam dan lebih rumit. Bupati sama sekali tidak mengindahkan masukan dari DPRD. Diundang berkali-kali untuk mengikuti sidang paripurna, tidak pernah hadir, malah mengatakan 'tidak penting',” jelas Gus Baiqun lagi.

Sikap Bupati Jember seperti itu menimbulkan benang kusut tersendiri. DPRD mengundang Forum Kiai untuk duduk bareng membicarakan apa yang sebetulnya tengah terjadi di Kabupaten Jember. Sejumlah temuan dipaparkan hingga selayaknya melayangkan Hak Angket untuk Sang Bupati. Terakhir terkuak di dalam lampiran rekomendasi DPRD atas LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Bupati Akhir 2019 bahwasanya Bupati telah gagal dalam memimpin pemerintahan di Kabupaten Jember. 

“DPRD memaparkan hasil temuan dan hak angket itu. Kami mencurigai Bupati Jember terindikasi melakukan banyak kesalahan. Baik itu terkait SOTK (Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja) sampai indikasi berupa korupsi,” urai Gus Baiqun lagi, yang ditunjuk oleh para kiai untuk mewakili mereka untuk mengikuti Forum Diskusi dan dalam menyampaikan hal apa saja yang menjadi kegelisahan para kiai. 

Dilanjutkannya, “Kami, para kiai, inshaAllah memberi support atas tahapan-tahapan politik yang dilakukan DPRD, mulai dari  pemakzulan sampai Hak Angket. Ternyata Bupati tidak mengindahkan semua yang disampaikan oleh DPRD. Untuk itu kami mendorong DPRD bertindak tegas dan menggunakan hak menyatakan pendapat (HMP). Kami mendorong DPRD menggelar sidang paripurna dan menggunakan hak HMP tersebut.” 

BUPATI PENGGANTI JANGAN ULANGI KESALAHAN FATAL YANG SERUPA

Gus Baiqun mengatakan harapannya, kelak Bupati pengganti, siapa pun orangnya, dapat memetik pelajaran dari kejadian ini dan tidak melakukan kesalahan fatal seperti yang dilakukan Bupati Faida.  “Semoga kejadian ini tidak terulang lagi di masa depan. Bupati yang bisa lebih dekat dengan para kiai, benar-benar memperhatikan pendidikan pesantren, dapat melakukan tata kelola yang baik sehingga Jember ke depan bisa lebih baik, seperti kota-kota yang lain seperti Banyuwangi dan Lumajang. Untuk itu, saya berharap Bupati yang akan datang bisa berhubungan dan berkomunikasi secara baik dengan lembaga legislatif,” harap Gus Baiqun.

Yang diharapkan Gus Baiqun lagi, Bupati Jember yang terpilih adalah bupati yang beriman kepada Allah dan Rasul-nya, tidak mementingkan kelompok kecilnya, melainkan membela kepentingan masyarakat Jember keseluruhan, berakhlakul kharimah, dan bisa membawa Jember bangkit dari keterpurukan ekonomi saat ini. (*) mel/mel, Foto: IST

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X