
hariansuara.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membuat kebijakan kembali melanjutkan proyek pembangunan pengolahan sampah Tempat Penampungan Sementara (TPS). Dalam dua pekan diproyeksikan dapat 60 titik dari 77 lokasi.
Rencana program ini sebelumnya disetop lantaran adanya pandemi Corona (Covid-19).
"Kita ada target membangun 77 TPS terpadu yang pakai metode dan teknologi tepat guna di sepanjang Sungai Citarum. Jadi, dalam dua minggu kita akan survei menentukan 77 lokasi yang dijadikan TPS," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan resminya kepada wartawan dan dikutip hariansuara pada Sabtu, 27 Juni 2020.
Dia menjelaskan nantinya TPS ini punya peranan untuk mengolah sampah organik dan anorganik. Untuk sampah organik misalnya akan diuraikan oleh larva atau maggot dengan proses akhir bisa diubah jadi pakan ternak.
"TPS gunakan clow system. Jadi, sampah yang masuk itu betul-betul habis. Yang organiknya nanti ada peternakan maggot. Nanti larvanya kalau sudah gemuk dijadikan makanan buat peternakan. Sehingga habislah," jelas eks Wali Kota Bandung itu.
Menurutnya, harus ada perubahan dalam penataan dan pegelolaan sampah dekat area Citarum. Pun, sampah anorganik nanti diolah agar jadi bahan bakar yang siap menggantikan batubara.
"Kemudian yang sisanya non organik, kita ada teknologi yang istilahnya smokeless, tanpa asap, untuk menghabiskan di tempat itu dan dijadikan briket juga," ujarnya.
Ridwan Kamil optimis kondisi Daerah Aliran SUungai atau DAS Citarum akan lebih baik dengan proyek ini. Untuk jangka panjang, sampah diyakini tak akan lagi merusak pemandangan Sungai Citarum.
"Kalau ini dilakukan kami optimistis di 2024 itu maka sampah-sampah di Citarum tidak ada lagi yang masuk ke sungai," tuturnya.(*) ras/lia
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU