Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Wakil Ketua MPR Dorong Jokowi Berani Galang Boikot Produk Israel

Nasional
29 Jun 2020
Wakil Ketua MPR Dorong Jokowi Berani Galang Boikot Produk Israel

hariansuara.com, Jakarta - Manuver Israel yang kembali melanggar aturan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memantik protes dari belahan dunia. Otoritas pemerintah Indonesia diminta kritis dan berani menyuarakan protes ke Israel.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid, MA mengecam cara Israel yang berulang kali melanggar kesepakatan dan hukum internasional. Pelanggaran Israel masih menyangkut aneksasi wilayah di Tepi Barat Palestina. Ia berharap agar Presiden Jokowi menggaungkan kembali dukungan protes ke Israel.

Ia menagih janji Jokowi soal rencana gerakan boikot produk Israel seperti yang disampaikan saat Konferensi Luarbiasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jakarta pada 2016 lalu. 

“Pemerintah Indonesia dan DPR sudah menyampaikan penolakan, kecamannya. Namun, perlu langkah yang lebih konkret untuk menekan Israel, salah satunya dengan kembali menggaungkan gerakan boikot atas produk-produk Israel yang akan memaksanya untuk tak lanjutkan aneksasi,” kata HNW, sapaan akrab Hidayat, dalam keterangan resminya, Senin, 29 Juni 2020.

HNW mengapresiasi langkah pemimpin dunia yang aktif dan berani menolak aneksasi itu. Kata dia, saat ini sudah lebih dari 1000 anggota parlemen dari 25 negara Eropa menandatangani petisi surat kecaman dan penolakan atas rencana aneksasi Israel terhadap tanah-tanah Palestina di Tepi Barat. 

"Mereka menuntut agar pemimpin negara-negara di Eropa juga menolak. Kami dukung aksi seperti itu, karena sama dengan yang diperjuangkan oleh DPR RI dan Pemerintah Indonesia,” ujarnya. 

Dia mencontohkan langkah salah satu negara Eropa, yaitu Irlandia yang sedang menggodok Rancangan Undang-Undang Larangan Mengimpor Barang, Jasa, dan Sumber Daya Alam yang berasal dari wilayah pendudukan ilegal Israel. RUU ini diinisiasi politikus senior sekaligus senator Frances Black. 

“RUU semacam ini perlu juga diadopsi oleh Indonesia, sebagai bukti penolakan penjajahan sebagaimana implementasi dari Pembukaan UUD 1945,” ujarnya.  

Pun, ia mengingatkan sebagai negara muslim terbesar di dunia, HNW menekankan Indonesia perlu memperjuangkan RUU boikot produk Israel. 

"Karena meski tak memiliki hubungan diplomatik satu sama lain, tetapi hubungan ekspor-impor ilegal antara Indonesia-Israel diam-diam masih berlangsung.

Lagipula, gerakan boikot ini sudah disuarakan oleh para aktivis hak asasi manusia di seluruh dunia termasuk Amerika Serikat dan Eropa. Misalnya gerakan Boycott Divestment Sanction (BDS). Boikot yang dikampanyekan bukan hanya dari segi ekonomi saja, tetapi boikot dari segi kebudayaan maupun akademik.

“Gerakan BDS ini semakin massif dilakukan olah para kaum terpelajar dan aktivis HAM di negara barat. Ini tentunya akan semakin berdampak apabila melibatkan peran negara," sebut Wakil Ketua Majelis  Syuro PKS itu. (*) lia/lia 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X