Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Bacabup Jember Hendy Siswanto: SILPA itu Hak Rakyat, Salah Besar Dikembalikan Alih-alih Efisiensi

Nasional
30 Jun 2020
Bacabup Jember Hendy Siswanto: SILPA itu Hak Rakyat, Salah Besar Dikembalikan Alih-alih Efisiensi

hariansuara.com, Jember – Merujuk rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember Akhir Tahun Anggaran 2019, banyak kegagalan dalam kepemimpinan dr Faida sebagai Bupati. Banyak bukti ketidakberhasilan tersebut dan terlihat secara kasat mata. Proyek-proyek pembangunan yang mangkrak, bangunan-bangunan sekolah yang direnovasi ambruk sebelum lagi diserahterimakan serta infrakstuktur jembatan dan jalan yang rusak parah. Terakhir terjadi jalan terbelah dan pertokoan ambrol ke sungai di Jalan Sultan Agung. 

Menyoroti situasi dan kondisi Jember tahun-tahun ke belakang, calon bupati Jember Hendy Siswanto miris melihat saudara-saudara se-Jember yang hidupnya semakin susah. “Menurut saya, Kabupaten Jember saat ini sudah jauh dari kata normal. Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam (SDA), memiliki sumber daya manusia (SDM) yang potensial, harusnya tidak terpuruk seperti sekarang.”

Baca Juga: Hambat APBD, Mendagri Tito Jatuhkan Sanksi untuk Bupati Jember

Melihat ketidakberesan di Jember itulah yang membuat Ji Hendy, demikian sapaan akrab masyarakat Jember kepadanya, akhirnya mencalonkan diri maju sebagai Bupati Jember 2020-2025. Secara gamblang dikatakannya, bila Jember dalam kondisi baik-baik saja, ia enggan terjun ke politik. Sebelum tahun 2000, ia sudah dipinang jadi Bupati, tapi ditolaknya, karena memang bukan cita-citanya jadi kepala daerah. 

“Kondisi Jember sekarang yang sungguh memprihatinkan ini membuat saya terpanggil untuk mengelola pemerintahan di tanah kelahiran saya. Saya mencermati, bila kondisi salah kelola ini dibiarkan berlanjut ke 5 tahun ke depan, wah, berbahaya sekali. Lebih baik Jember dibagi-bagi saja ke kabupaten-kabupaten tetangga. Jember tidak perlu ada,” lanjut Hendy, sambil menahan perasaan. Kedua matanya terlihat berkaca-kaca,  

TATA KELOLA KEUANGAN YANG TAK BERES

Sebagai mantan birokrat di pemerintahan pusat, Hendy Siswanto melihat pengelolaan keuangan di Pemerintahan Kabupaten Jember tak beres. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diibaratkan sebagai modal awal, sekaligus yang utama, bagi suatu daerah dalam melakukan pembangunan. Ini untuk kepentingan, kemaslahatan dan kebaikan masyarakatnya. APBD menjadi semacam daya ungkit ekonomi suatu daerah. Perencanaan pembangunan yang yahud tak akan terlaksana tanpa adanya anggaran, butuh modal. Itulah peran penting dari adanya APBD.

Fakta yang ada sekarang, lanjut Hendy, APBD Jember tahun 2020 belum ada. Padahal argo pembiayaan pemerintahan daerah terus berjalan dari hari ke hari. Dari mana dana untuk itu bila APBD belum ada? Ditambah lagi SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan) yang bernilai triliunan itu dikembalikan. Alih-alih alasannya untuk efisiensi. Itu sebuah kesalahan yang sangat besar. SILPA semestinya bisa dikelola dengan komprehensif untuk berjalannya perekonomian daerah dan kepentingan rakyat. Ada hak rakyat di situ yang harus dibela. Lihat saja dampaknya sekarang. Perekonomian di Jember stagnan, bahkan terus merosot dan tersendat. Kemiskinan tak terelakkan. 

Tata kelola pemerintahan daerah yang kusut masai inilah yang membulatkan tekad dan karsa seorang Hendy Siswanto untuk memasuki kontestasi politik di Kabupaten Jember. “Jember sedang sakit, dan insyaAllah saya tahu cara mengobatinya, karena Allah,” ujar Hendy, kini pengusaha yang semasa menjadi birokrat di pemerintahan pusat sempat belajar di Bappenas tentang perencanaan nasional. Ia punya pengalaman dalam merencanakan pembangunan yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Pembangunan Nasional (APBN) dan juga APBD. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X