Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Dalam Sebulan, Kasus Corona di Aceh Melonjak 4 Kali Lipat

Nasional
30 Jun 2020
Dalam Sebulan, Kasus Corona di Aceh Melonjak 4 Kali Lipat

hariansuara.com, Jakarta - Provinsi Aceh mencatat kurva kenaikan kasus Corona (Covid-19) selama Juni 2020. Ada peningkatan empat kali lipat dalam kurun waktu sebulan.

Mengantisipasi lonjakan tambahan, Pemerintah Aceh sudah membuat aturan penyekatan pembatasan dari dan menuju Sumatera Utara.

Dari data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Aceh ada kasus baru di Aceh sebanyak 60 orang selama Juni 2020. Angka itu meningkat drastis dari bulan Mei yang hanya tercatat 20 kasus. Pun, pasien pada Mei 2020 yang dirawat hanya satu orang.

Kemudian, secara kumulatif, pasien Corona di Aceh sudah mencapai 80 orang dengan rincian, 25 sembuh. Lalu, 52 orang di rawat dan tiga meninggal dunia. 

Penambahan kasus ini ditandai dengan munculnya dua klaster penularan baru di Pagar Air Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Utara, Lhokseumawe. 

Dari laporan, diketahui pasien yang terinfeksi Corona ternyata dari kalangan pejabat. Ada juga dari tenaga medis hingga balita yang berumur satu tahun. Kasus meninggal selama Juni 2020 juga tercatat dua pasien positif meninggal.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, peningkatan angka Corona di Aceh karena berasal dari luar daerah. Dalam prosesnya, mereka masuk Aceh dan membentuk klaster penularan baru. 

Ia tak menampik karena daerah yang dipimpinnya cukup longgar dalam pengawasan kedatangan orang dari luar Aceh.

Nova mengimbau agar jajarannya dan masyarakat Serambi Mekkah meningkatkan kewaspadaan terhadap orang luar yang masuk Aceh.

"Rata-rata penderita Covid-19 di Aceh berasal dari luar daerah yang kemudian terjadi transmisi lokal, dan bahkan membentuk klaster penularan baru," ujar Nova dalam keterangan resminya yang dikutip hariansuara, Selasa, 30 Juni 2020.

Terkait pengawasan akses masuk Aceh sudah diberlakukan pengetatan. Kata dia, ada empat titik wilayah yang jadi fokus pengawasan di perbatasan langsung dengan Sumatera Utara. Empat daerah itu Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam dan Aceh Singkil. 

Pun, ditambahkan upaya lain dengan mengeluarkan Surat Edaran tentang pengawasan orang yang masuk dan keluar Aceh. 

"Surat Edaran tersebut sebagai dasar dalam pengawasan perjalanan orang dengan transportasi umum maupun kendaraan pribadi," kata Nova. (*) lia/lia

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X