
hariansuara.com, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangangan COVID-19, Doni Monardo mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus mematikan asal Wuhan, China tersebut. Ia meminta agar jangan menyepelekan Corona.
Doni mengatakan jumlah kasus di dunia termasuk Indonesia faktanya terus melonjak. Ia tak habis pikir jika ada pihak yang masih melempar opini bahwa Corona adalah konspirasi.
Untuk Indonesia, ia menyebut jumlah korban meninggal sudah melewati 3.500. Pun, secara kumulatif, kasus positif sudah melebihi 70 ribu sejak awal Maret 2020 diumumkan pemerintah.
"Sekarang begini, kita semua sudah tahu korban jiwa di Tanah Air sudah melampaui angka 3.500. Nah, di dunia sudah melampaui angka 550 ribu jiwa," kata Doni kepada wartawan di Jakarta, Senin 13 Juli 2020.
Dia bilang semua pihak mesti menjalankan protokol kesehatan untuk menekan angka penularan. Biasakan memakai masker dan rutin mencuci tangan.
Doni menegaskan Corona adalah fakta dan bukan konspirasi. Keberadaan kasus Corona adalah ancama nyata.
"Jadi ini nyata, ini fakta, oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini," ujar eks Komandan Jenderal Kopassus itu.
Doni juga berpandangan COVID-19 diumpamakan sebagai malaikat pencabut nyawa. Bagi dia, ancamman ini seperti nyawa yang masuk kelompok-kelompok karena punya penyakit penyerta.
Kelompok rentan ini seperti kategori lansia dan memiliki riwayat penyakit bawaan.
"Oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini, menyampaikan pesan-pesan bahwa COVID ini ibaratnya, mohon maaf, ibaratnya malaikat pencabut nyawa bagi mereka yang rentan," ujarnya. (*) lia/stm
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU