Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Anies: Reklamasi Ancol untuk Cegah Banjir, Tidak Rugikan Nelayan

Nasional
14 Jul 2020
Anies: Reklamasi Ancol untuk Cegah Banjir, Tidak Rugikan Nelayan

hariansuara.com, Jakarta - Figur Gubernur DKI Anies Baswedan disorot karena pemberian izin reklamasi perluasan Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan). Namun, Anies menjawab bila proyek tersebut tak melanggar janji kampanye di Pilkada DKI 2017.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan izin reklamasi itu tujuannya justru untuk kepentingan publik Ibu Kota. Anies mengatakan demikian dalam video yang diunggah di media sosial Pemerintah Provinsi DKI.

"Begini, dikeluarkannya Kepgub ini untuk mengoptimalkan lahan yang sudah dikerjakan selama 11 tahun, dan sama sekali tak mengingkari janji. Ini untuk mengendalikan banjir," kata Anies dikutip hariansuara, Selasa, 14 Juli 2020.

Anies menekankan reklamasi ini tertuang dalam surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020. Dalam Kepgub itu mengatur izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dufan seluas 35 hektar (ha) dan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol seluas 120 hektar.

Dia juga bilang bahwa reklamasi Ancol memprioritaskan kepentingan umum. Berbeda dengan reklamasi yang bermasalah di era Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pun, ia menyebut reklamasi Ancol yang mengandalkan lumpur bisa dimanfaatkan untuk pencegahan banjir. Kata dia, nelayan juga tak ada dirugikan.

Terkait itu, ia menegaskan PT Pembangunan Jaya Ancol juga wajib melakukan analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal.

"Kami memperhatikan proses pembangunannya. Ini tidak merugikan nelayan. Kawasan reklamasi ini juga terbentuk dari lumpur hasil pengerukan sungai untuk mencegah banjir," kata dia.

Anies Baswedan mengeluarkan Kepgub Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan kawasan rekreasi Dufan dan Ancol seluas 155 hektar.

Rinciannya, perluasan kawasan Dufan seluas 35 hektar. Sementara, perluasan kawasan rekreasi Ancol seluas 120 hektar. Izin reklamasi ini terbit per tanggal 24 Februari 2020.

Izin pelaksanaan yang diberikan, salah satunya digunakan untuk pengurusan hak pengelolaan (HPL) dari lahan yang sudah ada di Ancol Timur. Kebijakan Anies itu menuai protes terutama dari barisan lawan politiknya.(*) lia/lia

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X