Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Corona Melonjak, Ma'ruf Amin: Semua Harus Kompak Masifkan 3T

Nasional
14 Jul 2020
Corona Melonjak, Ma'ruf Amin: Semua Harus Kompak Masifkan 3T

hariansuara.com, Jakarta - Kurva kasus Covid-19 di Tanah Air yang terus naik jadi perhatian Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ia meminta semua pihak kompak dan bisa memasifkan gerakan 3T.

Ma'ruf menjelaskan gerakan 3T itu mencakup testing (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan).

"Menyikapi kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia, semua harus kompak fokus dan memasifkan 3T: testing (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) pasien yang terinfeksi Covid-19," tulis Ma'ruf di akun Twitternya, @Kiyai_MarufAmin yang dikutip hariansuara pada Selasa, 14 Juli 2020.

Dia menekankan ada delapan provinsi yang saat ini status penularan cukup tinggi. Gerakan 3T itu harus dilakukan di delapan provinsi tersebut yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Papua, dan Kalimantan Selatan.

Ma'ruf juga menyinggung pentingnya sosialisasi secara masif tentang gerakan nasional disiplin protokol kesehatan.

"Pemerintah pusat memandang perlunya sosialisasi secara masif mengenai Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan. Tujuannya, tentu, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan,"  tambah Ma'ruf.

Kata dia, kekompakan yang dimaksudnya dilakukan semua elemen masyarakat. Kekompakan ini penting untuk membangun kesadaran bersama menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi.

"Mulai dari TNI, Polri, relawan, ormas, hingga tokoh kampus bahkan para ulama dan tokoh agama bergerak ikut mengkampanyekannya sekaligus melakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan," jelasnya. ⁣

Dari data Gugus Tugas Penanganan Covid-19, angka kasus positif terus melonjak dengan menembus 76.981 per Senin, 13 Juli 2020. Dalam sehari atau 24 jam terakhir ada penambahan 1.282 kasus.(*) lia/umi

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X