
hariansuara.com, Jakarta - Kasus kematian karena positif Covid-19 di Tanah Air terus melonjak dengan menembus angka 4.459 hingga per Rabu, 22 Juli 2020. Penanganan jasad warga yang terpapar Covid-19 pun jadi perhatian serius.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menilai secara pribadi jenazah Covid-19 sebaiknya dibakar. Cara ini untuk mematikan potensi virus yang menyebar.
“Begini pandangan saya. Secara pribadi, mohon maaf karena saya Muslim. Kalau secara teori, yang terbaik ya jasad dibakar, karena membuat virusnya juga mati,” kata Tito dalam webinar Kementerian Dalam Negeri, yang dikutip hariansuara pada Kamis, 23 Juli 2020.
Tito tak menampik memang pandangannya sulit diterima. Sebab, setiap elemen masyarakat punya pertimbangan dalam langkah penanganan jasad Covid-19. Hal ini juga mesti menyesuaikan keyakinan ajaran agama masing-masing.
Meski dalam protokol, saat ini, jasad Covid-19 tetap dimakamkan namun dengan kelengkapan memakai peti.
"Ya, itu kembali lagi. Saya yakin semua masyarakat juga tak ingin tertular. Selama protokol benar seperti dibungkus dengan rapat, saya yakin tak masalah," jelas eks Kapolri itu.
Aturan pemakaman jasad Covid-19 juga yaitu dikubur di tanah kering dan tak ada air yang mengalir.
Protokol tersebut dituangkan dalam Kepmenkes Nomor HK.01.07/ MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease. Keputusan itu ditandatangai Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 13 Juli 2020.
Pun, Tito terus mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Imbauan ini terutama terkait penanganan jenazah Covid-19.
Menurutnya, angka kematian yang sudah lebih 4.400 kasus harus jadi catatan semua pihak. (*) roh/stm FOTO: Tito Karnavian-ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU