
hariansuara.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akhirnya sowan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah. Sikap Nadiem diapresiasi, tapi eks pendiri Gojek itu diminta segera evaluasi program organisasi penggerak atau POP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf mengatakan POP Kemendikbud mesti dievaluasi agar tak membuat gaduh. Ia mengingatkan dengan anggaran Rp595 miliar dalam program ini dikhawatirkan keliru. Apalagi, ada entitas pihak swasta yang dipersoalkan.
"Itu bagus ke NU, Muhammadiyah. Tapi, yang diperlukan itu sekarang evaluasi segera program OP itu. Jangan kelamaan," ujar Dede dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2020.
Dede menyarankan agar Nadiem dalam membuat program seperti OP sebaiknya menggandeng NU dan Muhammadiyah. Tak ada salahnya menerima saran masukan dari dua ormas Islam besar di Tanah Air itu.
"Secara pengalaman dan organisasi kan jelas NU dan Muhammadiyah punya pengalaman teruji di bidang pendidikan," tutur Dede.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti sebelumnya menyampaikan pada Rabu kemarin, 28 Juli 2020, Nadiem menyambangi kantor PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat.
Abdul mengatakan kunjungan Nadiem berlangsung sekitar satu jam. Beberapa isu persoalan dibicarakan dalam pertemuan itu, yang salah satunya program OP Kemendikbud.
“Khususnya program POP. Mendikbud menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan mengevaluasi program POP,” ujarnya
Pun, Nadiem juga sudah ke PBNU pada Selasa, 27 Juli 2020. Kedatangan Nadiem juga untuk menyampaikan permohonan maaf terkait program OP. (*) zai/lia FOTO: Nadiem Makarim temui pengurus Muhammadiyah-Dok Kemendikbud
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU