
hariansuara.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta punya kebijakan responsif dalam penanganan pandemi Corona Covid-19. Imbauan ini karena status Jabar sebagai salah satu penguat sektor industri negara.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanangan Covid-19, Doni Monardo menyampaikan demikian karena sesuai arahan Presiden Jokowi tentang pentingnya memainkan 'gas dan rem'. Ia mengingatkan ini lantaran 20 persen pendapatan negara berasal dari sektor industri yang ada di Jabar.
"Jabar jadi roda penggerak sektor industri. Kalau daerahnya risikonya rendah, (maka) gasnya bisa ditekan. Tapi, kalau seandainya tingkat ancamannya meningkat, remnya yang mesti ditekan,” kata Doni dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 secara virtual, yang dikutip hariansuara pada Jumat, 7, Agustus 2020.
Doni mengingatkan hal penting lain yang mesti diperhatikan Pemprov Jabar dengan meningkatkan jumlah dan kapasitas tenaga medis. Begitupun sarana laboratorium agar bisa ditambah.
Pentingnya peningkatan tenaga medis karena ada keterbatasan tenaga pada setiap hari libur. Keterbatasan ini yang membuat uji spesimen terhambat dan tak optimal.
Selain itu, Doni meminta agar setiap pemerintah daerah perhatikan dan memberikan kebutuhan para tenaga medis dan laboratorium agar penanganan Corona dapat lebih maksimal.
"Petugas lab-nya (laboratorium-red) yang perlu kita tingkatkan kualitasnya termasuk dukungan operasional dan dukungan logistik untuk mereka agar bisa optimal,” lanjut kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.
Pun, Doni juga mengingatkan agar setiap pemda bisa genjot pemeriksaan kesehatan lebih rutin. Imbauan ini penting bagi daerah dengan jumlah tenaga kerja yang banyak.
“Kalau ini tidak dilakukan langkah-langkah proaktif, maka masyarakat sekitarnya menjadi berisiko,” kata Doni.
Pun, ia mengingatkan lagi bahwa ancaman Covid-19 itu nyata bukan konspirasi. Ia meminta agar masyarakat bisa paham dan jangan menyepelekannya.
“Covid-19 ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan,” ujar Doni. (*) ras/zai FOTO: Doni Monardo, dok BNPB @BNPB_Indonesia
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU