
hariansuara.com, Jakarta - Stok darah di Ibu Kota mengalami lonjakan di tengah pandemi Corona Covid-19. Namun, stok itu dilaporkan masih kurang memadai untuk mengantisipasi kebutuhan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyampaikan hal tersebut lantaran selama tiga bulan terakhir, kebutuhan darah alami lonjakan saar pandemi.
Riza merincikan untuk wilayah Jakarta Selatan kebutuhan stok darah perlu 1.400 hingga 1.500 kantong per bulan. Belum lagi seperti Jakarta Timur atau Jakarta Utara yang juga perlu di kisaran minimal antara 1500 sampai 1600 kantong.
Maka itu, ia meminta agar semua elemen masyarakat Jakarta yang sehat bersedia membantu mendonorkan darahnya.
Menurut dia, di tengah pandemi ini, justru stok di Palang Merah Indonesia (PMI) minim.
"Kalau kita lihat memang kebutuhan Jakarta rata-rata di atas 1.000 kantong darah. Tapi, stok sekarang yang rata-rata di PMI hanya sekitar 100 hingga 200 kantong. Ini karena imbas Corona ini," kata Riza dalam keterangan resminya yang dikutip hariansuara, pada Senin, 10 Agustus 2020.
Riza tak menampik ada kekhatiran dalam donor di tengah pandem. Namun, ia meyakinkan jika disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan tepat maka tak ada masalah.
"Pakai protokol kesehatan seperti 3 M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, baik dari pendonor maupun dari pihak penyelenggara," jelas politikus Gerindra itu.
Pun, ia juga sudah mensosialisasikan hal ini kepada jajaran aparat Pemprov DKI. Misalnya dengan koordinasi bersama Pemkot Jakarta Selatan dengan beri bantuan sosial kepada pendonor yang bersedia menyumbangkan darahnya.
Dengan hadiah bansos setidaknya sebagai ucapan terimakasih kepada warga yang sudah peduli.
"Ya itu cara kami setidaknya untuk meningkatkan minat warga Jakarta. Terlepas harapan kami, lebih terhadap kesadaran warga," kata Marullah. (*) ras/lia FOTO: IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU