
hariansuara.com, Jakarta - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19, Erick Thohir, menjelaskan aksi strategis untuk pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional. Menurutnya, langkah ini perlu didukung secara komprehensif oleh semua pihak.
Erick menjelaskan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional adalah sinkronisasi.
"Sesuai slogannya, kesehatan pulih ekonomi bangkit itu enggak bisa dibalik. Sama juga ketika bicara prioritas Indonesia sehat dan tumbuh, tidak bisa dibalik. Karena kami di komite tugasnya paling pasti bagaimana percepatan, support dan justru yang terpenting sinkronisasi," kata Erick dalam diskusi virtual, Minggu 16 Agustus 2020.
Erick menyoroti pentingnya program pemulihan ekonomi mesti dibantu semua pihak. Setidaknya instruksi pemerintah agar warga taat jalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.
Pun, ia menekankan keberadaan treatment dan metode penyembuhan secara herbal juga positif. Kata dia, berbagai treatment tersebut tak perlu diperdebatkan asalkan sesuai dengan protokol yang ditetapkan lembaga sah seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan.
"Terapi penyembuhan juga berjalan baik terbukti tingkat penyembuhan di Indonesia dibandingkan dengan negara lain juga kurang lebih 65-69 persen," jelas Menteri BUMN itu.
Erick heran dengan asumsi pemberitaan luar negeri yang seolah Indonesia gagal total dalam penanganan pandemi Corona Covid-19.
"Ini yang lucu, kadang asumsi di luar negeri kayaknya kita gagal total. Padahal kalau dilihat data real, kita ini sama baiknya," tutur Erick.
Ia juga menyebut Indonesia jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, Rusia dan India. Sebaliknya jika dibandingkan dengan negara yang populasinya lebih kecil, ia menyebut hal itu tak sebanding.
"Karena itu program Indonesia Sehat harus berjalan awal. Baru bicara yang namanya bantuan produktif bekerja untuk menjaga bantuan kepada masyarakat termiskin, mikro, UMKM untuk menjaga daya beli seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya. (*) nis/umi FOTO : Dhemas Reviyanto/ANTARA
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU