
hariansuara.com, Jakarta - Angka kasus corona Covid-19 di Tanah Air masih terus memperlihatkan kenaikan drastis. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengatakan akan mengerahkan tim untuk lebih mengedukasi masyarakat terkait bahaya Covid-19.
Menurut dia, upaya tersebut dilakukan lantaran masih ada masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19. Bahkan, opini masyarakat menilai virus asal China tersebut adalah konspirasi.
"Ketidakpercayaan tentang Covid, yang masih rekayasa, yang masih anggap ini konspirasi. Makanya kami ingin tim khusus itu bisa menyasar ke daerah-daerah yang tak percaya adanya virus Corona," kata Doni saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR seperti disampaikan dalam keterangan resminya, Kamis 3 September 2020.
Doni menyebut masih banyak masyarakat di sejumlah daerah yang tak takut dengan Covid-19. Kebandelan mereka tetap melakukan aktivitas biasa tanpa menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, ada yang menggelar acara resepsi hajatan dengan mengundang kerumunan massa.
Selain itu, mereka ada di DKI Jakarta yang notabene Ibu Kota negara. Kata dia, warga Ibu Kota sebagian tak percaya dengan Covid-19.
"Masih ada masyarakat Ibu Kota berpikir demikian. Tak takut Covid-19, tak masalah atau saya tidak mungkin berisiko terkena wabah ini," jelas eks Danjen Kopassus tersebut.
Dari data BNPB, kebandelan warga tak menerapkan protokol kesehatan ternyata ada di Jakarta.
"Masih adanya masyarakat yang menganggap dirinya itu tidak mungkin kena Covid, yang tertinggi ternyata ada di DKI Jakarta, yakni 30 persen," kata Doni
Setelah Jakarta, ada Jawa Timur dengan angka 29,20 persen. Kemudian, disusul Jawa Tengah dengan 18,3 persen.
Selanjutnya, daerah yang masyarakatnya banyak yang tidak takut Covid adalah di Jawa Barat dengan 16,70 persen dan Kalimantan Selatan 14,90 persen.
"Kalau kita merujuk angka ini tak heran angka kasus di Jakarta dan Jawa Timur masih tinggi. Ini yang harus jadi catatan," sebutnya. (*) ras/zai FOTO: Kepala BNPB Doni Monardo/Dok. BNPB
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU