
hariansuara.com, Jakarta - Kurva kasus corona Covid-19 di Tanah Air yang belum mereda berimbas penularan terhadap tenaga medis. Jumlah dokter yang meninggal akibat tertular virus berbahaya itu bertambah menjadi 114 orang.
Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indoneisa (IDI), Adib Khumaidi mengatakan, kasus dokter meninggal ini terjadi di sejumlah daerah dengan angka penularan yang tinggi. Selain Jakarta, ada juga Jawa Timur dan Jawa Barat.
"Saat ini sudah 114 rekan kami yang wafat karena Covid-19. Ini yang jadi perhatian kami," kata Adib, dalam keterangannya di Jakarta yang dikutip Minggu, 13 September 2020.
Dia menyebut sebagian besar dokter yang meninggal ada di Jawa Timur. Jawa Timur bersama DKI Jakarta adalah dua provinsi dengan angka penularan tertinggi secara kasus harian.
"Kalau dipetakan ya memang Jatim tertinggi dengan 29. Lalu, ada Sumatera Utara dengan 21," tutur Adib.
Kemudian, ia menambahkan dokter yang meninggal itu ada kategori spesialis tertentu. Namun, ada juga yang dokter umum.
Dia meminta pemerintah memperhatikan persoalan ini karena angka dokter yang meninggal terus bertambah. Ia pun meminta agar masyarakat memahami dan menaati protokol kesehatan di tengah pandemi dan tak meremehkan ancaman kesehatan.
Menurutnya, waktu pandemi belum bisa dipastikan kapan berakhir. Maka itu, yang dibutuhkan adalah kesadaran semua pihak.
"Upaya dengan perlindungan dan kesehatan menjadi penting. Perjalanan masih panjang. Negara memberi perhatian, kita belum tahu selesaikan kapan," tuturnya. (*) roh/stm FOTO: ANTARA
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU