
hariansuara.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada ribuan kejadian bencana alam dan ratusan korban jiwa selama sembilan bulan atau sepanjang Januari hingga September 2020. Korban jiwa mencapai 283 jiwa.
"Sebanyak 2.069 bencana telah terjadi dengan korban meninggal dunia mencapai 283 jiwa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan resminya, Selasa, 22 September 2020.
Dia merincikan, bencana didominasi fenomena hidrometeorologi berupa banjir 773 kejadian, puting beliung 547, dan tanah longsor 378. Sementara, fenomena hidrometeorologi lainnya yaitu kebakaran hutan dan lahan berjumlah 303 kejadian dan kekeringan 22.
Dari laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB juga diketahui beberapa kejadian bencana hidrometerologi di beberapa wilayah administrasi. Mulai Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kabupaten Cilacap.
Raditya menjelaskan fenomena hidrometerologi yang berujung bencana mendominasi kejadian awal pekan ini, seperti banjir bandang, banjir dan angin kencang.
"Kejadian terkini yakni banjir bandang di Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada Senin kamarin dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu lagi masih dalam pencarian," lanjutnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi masih terus melakukan pemutakhiran data dari lapangan. Dampak banjir bandang tersebut menyasar tiga kecamatan di Sukabumi yaitu Kecamatan Cicurug, Parungkuda dan Cidahu.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. Banjir disebabkan luapan dua sungai Cianten dan Cisakati yang berada di wilayah kampung Muara 1. Lokasi terdampak di kabupaten ini berada di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan.
Masih di wilayah Jawa Barat, Kota Bogor juga terdampak banjir pada awal pekan, Senin, 21 September 2020 pada pukul 18.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya debit air Sungai Cisadane yang kemudian mengakibatkan genangan air setinggi 30 cm di Kota Bogor.
Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar masyarakat waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Hujan itu disertai kilat/petir pada siang dan sore hingga jelang malam hari, 22 September 2020.
BMKG juga menyampaikan informasi prakiraan awal musim hujan tahun 2020. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi memasuki periode awal musim hujan mulai akhir Oktober-November 2020. (*) umi/umi Foto: Banjir bandang Sukabumi/ANTARA-Yulius Satria Wijaya
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU