
hariansuara.com, Jakarta - Satuan Gugus Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 menyebut Kota Cilegon masuk risiko tinggi penularan atau zona merah. Cilegon sebelumnya berada di posisi sedang atau zona oranye.
Demikian disampaikan Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmita, dalam siaran pers di video YouTube Sekretariat Presiden dikutip pada Rabu, 23 September 2020.
Dalam tabel data itu, ada perkembangan kasus positif Covid-19 secara nasional naik 8,4 persen. Banten masuk ke dalam lima besarnya. Pertama, Jawa Barat (Jabar) naik 594 kasus positif. Kemudian Banten naik 492, Sulawesi Selatan naik 459, Riau naik 311 dan Papua naik 271 kasus.
Banten kini statusnya punya empat daerah yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19. Empat daerah itu yakni Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Cilegon.
"Ada 38 daerah kabupaten kota yang berubah dari sedang menjadi tinggi termasuk Cilegon. Kota Tangerang perlu ditingkatkan satu minggu kedepan agar menjadi zona oranye," jels Wiku.
Sementara, jubir Satgas Covid-19 Kota Cilegon, Aziz, mengaku akan berkoordinasi dengan Satgas Provinsi Banten menyangkut dinamika perkembangan Covid-19. Meski demikian, ia belum mengetahui secara resmi terkait status Cilegon.
Dia memperkirakan naiknya Kota Industri itu menjadi zona risiko tinggi penularan karena masyarakat abai menerapkan protokol kesehatan. Ia tak menampik faktor demikian.
Aziz berharap pola hidup bersih dan sehat menjadi kesadaran dan kewajiban masyarakat Kota Cilegon dalam kehidupan sehari-harinya. Protokol kesehatan wajib diterapkan. (*) roh/umi FOTO: Ilustrasi tes swab massal/ANTARA
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU