
hariansuara.com, Jakarta - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis riset terbarunya terkait isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hasil survei ini bertepatan dengan peringatan Gerakan 30 September PKI atau G30S/PKI.
Dari survei itu, diketahui 14 persen responden masyarakat percaya isu PKI bangkit. Namun, 60,6 persen tidak percaya PKI tengah bangkit. Sisanya, tidak tahu.
"Jadi, kalau dari riset survei kami itu yang setuju bahwa PKI bangkit itu ada 14 persen. Mayoritas sebanyak 60 persen mengatakan tak percaya bangkit," kata Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam keterangan persnya, Rabu, 30 September 2020.
Dia menjelaskan dari survei juga diketahui kepercayaan masyarakat terhadap isu kebangkitan PKI hanya berkisar 10-16 persen. Menurut dia, SMRC juga concern dengan isu PKI sehingga sudah meriset sejak tahun 2016.
"Trennya dari data yang kita punya dari mulai bulan Juni 2016 sampai September 2020 saat ini, sebetulnya kita menemukan bahwa warga yang setuju dengan isu kebangkitan PKI tidak banyak berubah. Di sekitar 10-16 persen," katnya.
Dia mencontohkan angka tertinggi yakni pada Mei 2018 sekitar 16 persen. Kemudian angka terendah yakni pada November 2016, dan Maret 2020 sekitar 10 persen.
"Masyarakat responden yang setuju bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI tidak terlalu banyak dan tetap dari waktu ke waktu," kata Sirojudin.
Adapun survei SMRC dilakukan pada 23-26 September 2020. Sebanyak 1.203 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon dan margin of error survei kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(*) ras/zai FOTO: Petugas bersihkan diorama G3-S/PKI-ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU