
hariansuara.com, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengklarifikasi informasi yang banyak beredar soal Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja. Dia menegaskan kembali bahwa 9 fraksi di DPR sepakat menyerahkan daftar inventarisasi masalah (DIM) dan ikut membahasnya di tingkat I.
Meski di penghujung, ada dua fraksi yang menolak, yaitu PKS dan Demokrat.
"Di dalam rapat panitia kerja, rapat tim perumus, dan rapat tim sinkronisasi sehingga sembilan fraksi dalam pembahasan dari rapat kerja sampai dengan di rapat tingkat 1 sepakat, seperti yang telah beredar di dalam pemberitaan," kata Azis dikutup dari siaran Tv Parlemen, Selasa, 13 Oktober 2020.
Dia menekankan dalam paripurna DPR, UU tersebut disahkan pada 5 Oktober 2020. Maka itu, sesuai aturan ketatanegaraan DPR selanjutnya memiliki waktu 7 hari kerja untuk menyerahkan UU yang telah disahkan.
Menurut Azis, pimpinan DPR langsung akan bertemu Jokowi di Istana Negara, Rabu besok untuk menyerahkan naskah Omnibus Law Ciptaker.
"Berdasarkan mekanisme tata tertib DPR sudah di dalam pasal 164 bahwa dewan perwakilan rakyat republik Indonesia memiliki jangka waktu 7 hari pada saat setelah rapat tingkat 2 DPR. Setelah itu bertemu dengan Presiden. Rencananya, besok kami serahkan ke beliau," jelas Azis
Pun, untuk jumlah final halaman naskah UU Cipta Kerja, ia menyebut ada 812 halaman. Namun, kata dia, dalam naskah final tersebut, isi dari UU sebenarnya hanya setebal 488 halaman.
"Kalau sebatas kepada undang-undang cipta kerja hanya sebatas 488 halaman, ditambah penjelasan menjadi 812 halaman sehingga simpang siur mengenai jumlah halaman ada yang 1.000 sekian ada yang 900 sekian," ujar Azis.
Dia berdalih jumlah halaman yang berubah lebih dari dua kali karena pengaturan ukuran kertas dan perapian penulisan saja.
"Ketika dilakukan pengetikan dalam arti editing secara legal drafter setelah tadi malam di net oleh bapak sekjen dan jajaran jumlah halamannya adalah 812 halaman," ujarnya. (*) roh/lia FOTO: Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin saat paripurna/ANTARA
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU