
hariansuara.com, Bogor - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat koordinasi atau rakor dengan kepala daerah se-Jabodetabek dan Bali di Bogor pada Selasa, 13 Oktober 2020. Dalam rakor tersebut, salah satunya membahas penyediaan vaksin Corona Covid-19.
Pun, di kesempatan tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya minta arahan ke Luhut menyangkut pelaksanaan pemberian vaksin Covid-19 di daerah yang dipimpinnya. Ada rencana, pemberian vaksin akan dilakukan di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor.
Menurut dia, Pemkot Bogor sudah menyiapkan kelengkapan teknis dari fasilitas. Tapi, yang bikin ia bingung karena banyak warga mempertanyakan waktu vaksin.
"Kami siapkan teknis semua termasuk siapa saja gelombang pertama yang akan diprioritaskan, tapi mohon dapat kami diberikan gambaran, kira-kira timing-nya seperti apa karena banyak sekali pertanyaan dari warga,” kata Bima Arya kepada Luhut seperti disampaikan dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang dikutip hariansuara, Rabu, 13 Oktober 2020.
Luhut kemudian menjelaskan pemerintah pusat saat ini sedang mematangkan secara teknis dengan Kementerian Kesehatan terkait prosedurnya. Namun, ia menyampaikan dalam waktu dekat vaksinasi akan segera dilakukan dengan prioritas profesi tertentu.
“Kalau vaksin itu Insha Allah mulai November akan jalan, Desember seterusnya. Barangnya itu kemarin sudah ada, hanya tinggal nanti pengaturannya bagaimana. Itu sedang kita siapkan," jelas Luhut.
Kemudian, jika memang sudah siap maka selanjutnya akan dilaporkan ke Presiden Jokowi.
"Saya kira kalau sudah disiapkan itu, nanti kita lapor Presiden. Presiden nanti pilih opsi mana. Nanti dalam satu dua minggu ini ada keputusan,” ujar Luhut.
Dia menambahkan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga sudah melakukan kunjungan kerja ke Yunan, China. Kunjungan ini untuk finalisasi pembelian vaksin Covid-19, termasuk prosedur-prosedur yang harus dilakukan saat pemberian vaksin.
“Pak Terawan sudah paham betul itu. Kami sudah bicara dengan Pak Terawan. Sampaikan pada teman-teman yang lain, semua kita atur betul-betul dengan skala prioritas yang bagus,” tuturnya.
Usai rakor, Bima menyampaikan Pemkot Bogor akan terus mematangkan kesiapan teknis pemberian vaksin. Ia menyebut kemungkinan vaksin di Bogor akan diberikan pada November 2020.
“Hari ini kita mematangkan. Jdi berdasarkan arahan dari Pak Menko, kemungkinan besar pemberian vaksin akan dimulai. Kalau tidak ada halangan bulan November. Artinya tidak akan terlalu lama lagi,” kata Bima.
Bima menurutkan, Kota Bogor akan menerima sekitar 200 ribu vaksin dari Pemerintah Pusat. “Angkanya kurang lebih 20 persen dari jumlah penduduk di Kota Bogor yang akan kita siapkan untuk menerima vaksin pertama," ujarnya.(*) umi/lia FOTO: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan/ANTARA
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU