
hariansuara.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak menampik pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi cukup berat. Maka itu, sosialisasi tentang protokol kesehatan kepada masyarakat pemilih sangat penting.
Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi menyampaikan masih banyak publik yang belum mengetahui aturan protokol kesehatan. Padahal, KPU sudah mengatur aturan tentang adanya pengaturan kampanye sesuai protokol kesehatan.
Pramono berharap para calon kepala daerah membantu mensosialisasikan protokol kesehatan di tengah pandemi. Ia mengatakan demikian karena waktu perhelatan kampanye lebih dari dua bulan ini dinilai jadi waktu yang efektif.
Dia menyebut masyarakat pemilih yang tak mengetahui soal protokol seperti di wilayah Papua, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
"Publik masih anggap tak mengetahui protokol pilkada. Ini yang kami harapkan dari komitmen kontestan," ujar Pramono dalam keterangan resminya secara virtual, Jumat, 16 Oktober 2020.
Menurut dia, jika kontestan dan tim pememangan bisa menerapkan protokol dengan komitmen maka sosialisasi protokol sudah terbantu. Namun, jika sebaliknya, para calon kepala daerah cuek dan tak mau menjalankan protokol maka masyarakat pemilih bisa cuek.
Dia mengingatkan sebagai kontestan, masyarakat pemilih akan memperhatikan sikap calon kepala daerahnya.
"Ya kalau calon pemilih lihat calon kepala daerah gak jalankan protokol bagaimana bisa diikuti. Ini pandemi yang kami harapkan semua elemen saling membantu dan memahami," kata Pramono.(*) zai/stm FOTO: Ilustrasi sosialisasi Pilkada 2020/ANTARA-Irfan Anshor
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU