
hariansuara.com, Jakarta - Pilkada 2020 saat ini memasuki tahapan kampanye yang akan berlangsung selama dua bulan lebih. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun mengingatkan agar para kontestan melakukan kampanye secara positif dan cerdas.
Tito mengatakan demikian agar para pasangan calon atau paslon tak melakukan kampanye hitam yang harus dihindari. Kata dia, kampanye hitam sangat tak baik dan tak memberikan pendidikan politik yang smart kepada masyarakat pemilih.
“Junjung pilkada yang berintegritas dengan menggunakan cara yang cerdas, smart. Lakukan lah hak yang positive campaign dengan cara mengekspose kelebihan masing-masing. Jangan black campaigne, itu tak baik, fitnah yang rusak demokrasi," ujar Tito dalam keterangan resmi Kemendagri pada Selasa, 20 Oktober 2020.
Dia menambahkan hal lain yang bisa dilakukan dengan menerapka negative campaign. Manuver ini biasanya mengkritisi program lawan. Pun, ia mengingatkan negative campaign jangan berubah jadi fitnah yang berujung black campaigne.
“Sekali lagi, jangan black campaigne fitnah. Serang lah kritisi konsep, gagasan. Itu bagus positif untuk penawaran ke masyarakat pemilih," tutur Tito.
Kemudian, ia bilang peredaran black campaigne jadi kekhawatiran karena diiringi maraknya penyebaran informasi tak benar alias hoax di media sosial. Kata dia, hampir setiap pemilu termasuk pilkada, black campaigne masih terus terjadi.
Dia mengingatkan penting komitmen setiap kepala daerah menjunjung tinggi sportifitas.
“Harus siap menang, siap kalah. Beri contoh yang terbaik untuk masyarakat pemilih," sebut eks Kapolri itu.(*) roh/umi FOTO: Tito Karnavian/ANTARA-Akbar Nugroho Gumay
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU