Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pilkada 2020, Bawaslu Soroti Tiga Modus Kampanye Hitam

Nasional
21 Oct 2020
Pilkada 2020, Bawaslu Soroti Tiga Modus Kampanye Hitam

hariansuara.com, Jakarta - Kurang dari dua bulan lagi, pesta demokrasi Pilkada 2020 akan memasuki hari pencoblosan suara. Namun, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu masih menyoroti adanya tiga modus kampanye hitam yang bisa terjadi di Pilkada 2020.

Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar menyampaikan kampanye hitam akan terbuka lebar selama tahapan kampanye. Hal ini mengingat maraknya peredaran informasi tak benar alias hoax di media sosial.

Pun, di tengah pandemi ini, meski pasa pasangan calon belum concern, ia meyakini selama tahapan kampanye akan ramai di media sosial. Untuk modus pertama, ia menyebut biasanya komunikasi politik seperti pidato yang narasinya tendensius mengarah pada politik identitas.

"Pidato politik ini berbahaya dan bisa mengandung identitas SARA, fitnah untuk menyarang pesaingnya," ujar Fritz dalam keterangannya via virtual, Rabu, 21 Oktober 2020.

Kemudian, ada modus yang sering dilakukan karena dinilai aman. Modus ini dengan ceramah bersifat provokatif, menghasut di tempat ibadah atau acara keagamaan. Menurut dia, larangan black campaign di tempat ibadah, namun sepertinya tak digubris.

"Tempat ibadah itu hampir setiap pemilu jadi andalan black campaign meski ada larangan tegas," tuturnya.

Selain itu, ia menyoroti serangan verbal dengan memunculkan spanduk untuk menyerang lawan. Modus ini dinilai efisien karena ditempel di sarana atau fasilitas yang dilalui massa.

"Modus ketiga ini dicari untuk menyerang dan memberikan informasi keliru kepada calon masyarakat pemilih," tuturnya.(*) lia/umi       FOTO: Sosialisasi Pilkada 2020/ANTARA

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X