
hariansuara.com, Sleman - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengumumkan status Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan sejumlah langkah antisipasi.
Salah satu langkah antisipasi dengan menyiapkan area khusus Kapanewon, Kecamatan Cangkringan. Sebab, daerah itu berada di dekat lereng Gunung Merapi.
Terkait naiknya status siaga, Pemkab Sleman juga sudah mempersiapkan dua barak pengungsian. Dua barak pengungsian yang disiapkan ini di Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo dan Dusun Gayam, Desa Argomulyo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Harda Kiswoyo mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke barak pengungsian. Dari pengecekan di lapangan, Harda mengatakan, barak pengungsian dalam kondisi siap dipakai sewaktu-waktu.
Fasilitas sarana air dan tenaga medis sudah disiapkan di penampungan.
"Insha Allah sudah disiapkan. Fasilitas dan akses air sudah mengalir. Barak antisipasi Merapi baru 5 km (dari puncak). Ya sementara di Glagah sama Gayam, di dua lokasi," ujar Harda, Jumat, 6 November 2020.
Harda menjelaskan, masing-masing kapasitas barak memiliki jumlahnya. Misalnya kapasitas barak di Glagaharjo bisa menampung 400 orang.
Namun, karena pandemi COVID-19, barak akan diisi separuh dari total kapasitas. Warga yang mengungsi pun akan diprioritaskan dari usia lanjut, anak kecil, dan perempuan.
"Proses pengungsian warga dilakukan secara bertahap. Kalau (status Merapi) Awas, baru diungsikan semua," jelas Harda. (*) ras/umi FOTO: Gunung Merapi/IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU