
hariansuara.com, Jakarta - Tahapan pemungutan suara Pilkada 2020 menyisakan waktu kurang dari sebulan. Perhelatan pilkada serentak gelombang empat ini jadi perhatian pemerintah.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori menyampaikan sebenarnya pilkada bisa jadi instrumen untuk memerangi Covid-19 yang sudah berimbas terhadap sosial ekonominya. Ia pun berpandangan bahwa Pilkada 2020 memang harus tetap dilanjutkan di tengah masa pandemi.
Dia juga menilai dengan pilkada tetap lanjut maka bisa mengurangi banyaknya pemerintah daerah yang dijabat Pelaksana tugas (Plt) atau penjabat sementara (Pjs). Hal ini mencegah kekosongan kepala daerah.
"Ini juga jadi sorotan kami bagaimana jangan sampai kekosongan kepala daerah itu banyak ya," ujar Hudori, dalam keterangan resminya, Senin 9 November 2020.
Hudori pun menyampaikan setidaknya ada tiga indikator yang bisa jadi tolak ukur kesuksesan pilkada tahun ini. Pertama, kualitas Pilkada melalui peningkatan partisipasi publik, konsep tunggal pasangan calon, dan terutama keselamatan masyarakat saat Pilkada berlangsung.
"Pertama dengan meningkatnya partisipasi publik. Ya kita berharap mudah-mudahan ini akan meningkat. Kemudian, biasanya calon memiliki konsep dan gagasan untuk mengatasi masalah Covid-19 dan dampaknya," lanjut Hudori.
Maka itu, Hudori menyampaikan pihaknya sudah mengeluarkan surat kepada daerah-daerah. Ia menjelaskan dalam surat itu berisi instruksi agar melakukan peningkatan kedisiplinan dan protokol kesehatan di daerah yang melaksanakan pilkada.
"Penekanan kami, yang pertama mendorong paslon agar menyiapkan bahan kampanye berupa masker, sarung tangan, hand sanitizer, sabun cuci tangan, tentu dengan gambar dan nomor urut paslon," jelasnya.
Kedua, komitmen para paslon serta mematuhi kode etik dalam pelaksanaan Pilkada Serentak agar tercipta suasana yang kondusif. Selanjutnya, yang ketiga yaitu para paslon beserta seluruh elemen masyarakat bisa menyatukan pikiran dan tindakan daerah guna pelaksanaan Pilkada yang aman sesuai protokol kesehatan.
Untuk diketahui, pemungutan Pilkada 2020 akan digelar pada Rabu, 9 Desember 2020. Sebanyak 270 daerah terlibat dalam pilkada kali ini yaitu 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.(*) ras/zai FOTO: Ilustrasi pilkada 2020/ANTARA
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU