Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Mendagri Tito Minta Seluruh Kepala Daerah Antisipasi Ancaman Fenomena La Nina

Nasional
18 Nov 2020
Mendagri Tito Minta Seluruh Kepala Daerah Antisipasi Ancaman Fenomena La Nina

hariansuara.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah di Tanah Air punya upaya antisipasi jelang potensi bencana alam. Tito mengingatkan ancaman fenomena alam La Nina.

Instruksi eks Kapolri itu tertuang dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 361/6186/SJ tentang penyebarluasan informasi kebencanaan untuk mengantisipasi fenomena alam La Nina dan bencana alam lainnya.

Surat edaran Tito itu juga menyesuaikan tindak lanjut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 93 Tahun 2019 tentang penguatan dan pengembangan sistem informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. 

"Dalam rangka peningkatan pencegahan dan kesiapsiagaan serta penyebarluasan informasi kebencanaan sebagai langkah antisipatif terhadap fenomena alam La Nina dan bencana alam lainnya," kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, dalam keterangan resminya, Rabu, 18 November 2020.

Dia menjelaskan, dalam surat itu, Tito mau seluruh kepala daerah mengambil beberapa langkah penting strategis. Pertama, melaksanakan pemenuhan penerapan SPM sebagaimana Permendagri Nomor 101 Tahun 2018. Pemenuhan penerapan SPM ini mencakup penyediaan jenis pelayanan informasi rawan bencana.

"Penyediaan jenis pelayanan informasi rawan bencana antara lain, pertama menyusun data penduduk tematik kebencanaan yang menjadi target layanan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Bencana sesuai dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB)," jelas Safrizal.

Pun, yang kedua menggunakan data dan informasi kebencanaan berbasis internet atau smartphone yang telah diakui dan ditetapkan instansi pemerintah. Ketiga, menyebarluaskan informasi kebencanaan kepada masyarakat melalui dukungan teknologi informasi maupun menggunakan metode dan inovasi yang disesuaikan dengan kearifan lokal serta penyediaan dan pemasangan rambu evakuasi dan papan informasi publik.

Dia menambahkan Kemendagri juga sudah menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kerjasama ini menyangkut Early Warning System (EWS) berupa sirine pendeteksi tsunami berjumlah 85 titik pada tahun 2020-2021.

"Kemendagri bekerjasama dengan BMKG akan memasang EWS 85 titik pada tahun 2020-2021 di tempat- tempat yang risiko sangat tinggi tsunami," ujar Safrizal.(*) zai/stm      FOTO: Mendagri Tito Karnavian/detik.com

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X