
hariansuara.com, Jakarta - Dua pekan terakhir di sejumlah wilayah Tanah Air viral fenomena awan yang mirip menyerupai tsunami. Tak hanya Jakarta, tapi awan tsunami ini juga terjadi di Maros, Makassar, Sulawesi Selatan.
Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan awan tsunami sebagai fenomena yang bisa terjadi jelang musim hujan.
Kepala BMKG Maros, Hartanto menyampaikan, fenomena awan tsunami biasanya terjadi angin kencang. Menurut dia, awan tersebut biasa dikenal juga sebagai awan arcus.
“Awan tersebut merupakan awan arcus, awan dengan tinggi dasar yang relatif rendah dengan membawa potensi hujan lebat dan disertai angin kencang pada lintasannya," kata Hartanto, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 11 Desember 2020.

Dia mengatakan awan ini tak berbahaya. Namun, diimbau bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di pesisir pantai bisa lebih waspada. Sebab, fenomena awan ini biasa terjadi di sekitar pantai.
“Biasa terjadi pada sekitar pantai dan bergerak menuju daratan. Waspada potensi gelombang tinggi di sekitar awan tersebut,” jelasnya
Kemudian, ia mengingatkan meski mirip, tapi awan tersebut bukan berarti sebagai tanda tsunami muncul. Ia menekankan persepsi tersebut keliru.
“Awan tersebut normal terjadi pada musim hujan di pesisir pantai dan tidak berhubungan dengan fenomena tsunami,” katanya.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan kondisi langit Jakarta yang awannya mirip bergelombangnya tsunami. Beberapa netizen mengabadikan momen tersebut.
Tapi, ternyata fenomena tersebut juga terjadi di beberapa wilayah seperti Maros, Makassar Sulawesi Selatan. Begitupun langit di Kota Surabaya juga sempat terjadi awan mirip gelombang tsunami tersebut. (*) lia/lia FOTO: Fenomena awan tsunami di Maros dan di Aceh/IST-Muhammad Rusdy
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU