Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

SARS-CoV-2, Varian Baru Mutasi Virus COVID-19, Ditemukan di Indonesia

Nasional
27 Dec 2020
SARS-CoV-2, Varian Baru Mutasi Virus COVID-19, Ditemukan di Indonesia

hariansuara.com, Jakarta - Di Inggris telah ditemukan varian baru hasil mutasi virus COVID-19 yang dinamakan SARS-CoV-2. Sampai saat ini virus tersebut terus diinvestigasi, karenanya dikenali sebagai VUI 202012/01 (Variant Under Investigation, Tahun 2020, Bulan 12, Varian 01). 

Virus SARS-CoV-2 adalah sekumpulan mutasi, di antaranya ditemukan terjadi 9 mutasi pada protein S, yakni deletion 69-70, deletion 145, N501Y, A570D, D614G, P681H, T716I, S982A, D1118H.

Virus baru ini banyak tersebar di Inggris. Namun dengan cepat ditemukan pula di Irlandia, Perancis, Belanda, Denmark, dan Australia. Di Afrika Selatan pun ditemukan kombinasi dari 3 mutasi pada protein S, yaitu K417N, E484K, N501Y.

Dilaporkan, di Asia ditemukan di tiga negara: Israel, Singapura dan Hong Kong. Bagaimana dengan di Indonesia?

SARS-CoV-2 dengan Mutasi D614G Ditemukan di DIY dan Jawa Tengah

Beberapa waktu lalu, Tim Peneliti Genetik FK-KMK UGM (Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Kemasyarakatan dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada) menyampaikan hasil temuan baru mereka terkait SARS-CoV-2. 

“Di Indonesia sendiri sudah dilaporkan sebanyak 9 dari 24 isolat mengandung mutasi D614G. Sepertiganya terdeteksi di Yogyakarta dan Jawa Tengah,“ ungkap Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, dr Gunadi, SpBA, PhD kepada pers beberapa waktu lalu. 

Yang mengkhawatirkan, pada riset para ahli, daya infeksius mutasi D614G pada virus SARS-CoV-2 ini 10 kali lebih tinggi. Sebanyak 77.5% dari total 92.090 isolat mengandung mutasi D614G.  Tak heran jika virus ini cepat sekali menyebar.

Anggota Tim Laboratorium Diagnostik FK-KMK UGM, menjelaskan pula, seperti disampaikan dr Titik Nuryastuti, MSi, PhD, SpMK(K), empat sampel isolat bermutasi idapatnya dari sebanyak 11.250 sampel dari 98 fasilitas kesehatan (faskes) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan 4.311 sampel lainnya dari 30 faskes di Jawa Tengah. Sebanyak 1.083 positif terpapar mutasi tersebut.

Sementara itu, Dekan FK-KMK Prof dr Ova Emilia, M.Med.Ed, PhD, SpOG(K) berharap temuan awal mutasi virus COVID-19 ini dapat mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan vaksin, pengobatan dan penyusunan strategi kebijakan bagi kesehatan masyarakat.

Banyak faktor yang masih terus diteliti dan dicari jawabnya oleh para ahli di dunia, dan Indonesia. Namun, untuk pencegahan penyebaran SARS-CoV-2 ini, Gunadi menilai penting sekali melakukan pelacakan (tracing) dari mana pasien terpapar virus tersebut, lalu mengisolasi pasien.

Kepada masyarakat, Juru Bicara Satgas Penangangan COVID-19, Wiku Adisasmito, jaga ketat protokol kesehatan. Prinsip 3 M dijalankan: kenakan masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak (hindari kerumunan). Yang terpenting juga, jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi asupan bergizi seimbang. (*) zae/mel    Foto: IST

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X